Satu Pasien DBD Meninggal, Dinkes Ingatkan Bahaya Demam Berdarah

0
324
bhasafm
Satgas Covid-19 melakukan penyembrotan disinfektan di sekitar i SDN 3 Wonorejo, Kecamatan Banyuputih (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Di musim penghujan jumlah kasus demam berdarah terus meningkat. Saat ini dilaporkan satu pasien demam berdarah meninggal dunia. Dinkes telah meminta masing-masing Puskesmas agar mengoptimalkan gerakan bebas jentik nyamuk.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo, Rina Widharnarini, mengatakan, sejak Januari hingga 7 Februari 2022, sudah tercatat 49 kasus demam berdarah. Terbanyak sebaran demam berdarah di Kecamatan Mlandingan dan Bungatan.

“Dari 49 kasus demam berdarah dilaporkan  satu pasien meninggal dunia,” ujarnya, Selasa, 8 februari 2022.

Rina menambahkan, mengingat penyakit demam berdarah disebabkan karena gigitan nyamuk aedes aegypti, maka pihaknya meminta semua Puskesmas menggalakan gerajakan basmi jentik nyamuk.

BACA JUGA :  Operasi Zebra Gunakan Tilang Elektronik, Tujuh Pelanggaran Lalulintas Jadi Sasaran Operasi

Rina menambahkan, setiap puskesmas memiliki kader juru pemantau jentik (jumantik). Petugas kesehatan bersama para kader Jumantik akan turun langsung melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat hidup bersih dan sehat, dengan cara membasmi jentik nyamuk dengan 3M yaitu menguras, mengubur dan membersihkan.

“Cara yang paling efektif adalah memberantas sarang nyamuk, dengan menguras bak mandi minimal tiga hari sekali, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari gigitan nyamuk,” ujarnya.

Reporter: Zaini Zain