Sebanyak 82 Tenaga Kesehatan di Situbondo Terpapar Corona, Sebagian Besar Perawat dan Bidan

0
161
Bhasafm
Tes Swab- Petugas Kesehatan (Nakes) menggunakan baju hasmad saat tes Swab ASN di Kantor Pemkab Situbondo (foto: Zaini Zain)

Situbondo-Data Satgas Covid-19 Situbondo menyebutkan ada 82 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut paling banyak Perawat dan Bidan.

Sebagian besar Nakes yang terkena virus Corona sudah dinyatakan sembuh. Kasus nakes terbaru terkonfirmasi positif Covid adalah dokter Puskesmas Mlandingan. Satgas telah menutup Puskesmas ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) hingga 30 Oktober lalu.

Menurut juru bicara Satgas Dadang Aries Bintoro, sesuai data Dinas Kesehatan Situbondo, dari 82 Nakes terkonfirmasi Covid-19 sebagian  besar adalah perawat dan bidan, jumlahnya  sebanyak 61 orang.  Untuk nakes lainnya ada 14 orang dokter juga terkonfirmasi Covid-19.

Dadang menjelaskan, sebagian besar nakes yang terpapar Covid adalah OTG (Orang Dengan Tanpa Gejala). Selama proses penyembuhan sebagian besar dari mereka melakukan isolasi mandiri atau  di isolasi di gedung observasi yang disiapkan Pemerintah.

BACA JUGA :  Buruh Tani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok Akan Terima Bantuan Rp 900 Ribu

“Untuk pasien Covid OTG sudah ada protapnya. Kalau rumahnya layak bisa isolasi mandiri  atau dikirim ke gedung observasi,” ujarnya.

Dadang mengaku, banyaknya Nakes terkonfirmasi Covid di Situbondo bukan disebabkan karena kekurangan APD atau Alat Pelindung Diri. Sejauh ini, Satgas telah melakukan penguatan APD bagi nakes yang berada digarda depan penanganan  Covid-19.

“Nakes terkena Covid tidak berasal dari satu instansi, melainkan ada yang terkena di rumah sakit umum dan rumah sakit swasta, ada pula yang terpapar di Puskesmas dan di rumahnya,’ sambungnya.

Data yang diterima Bhasa menyebutkan. Saat ini jumlah total pasien Covid-19 di Situbondo mencapai 698 orang, terdiri dari 587 pasien sudah sembuh serta 63 pasien meninggal dunia. Saat ini masih ada 48 pasien sedang dalam perawatan, yaitu di rawat di rumah sakit sebanyak 28 orang pasien, sebanyak 19 pasien isolasi mandiri serta satu orang pasien di isolasi di gedung observasi.