Situbondo Kembali ke Zona Oranye, Satgas Berencana Tes Swab Massal

0
209
Bhasafm
Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Pasca libur panjang jumlah pasien Covid-19 di Situbondo terus bertambah beberapa pekan terakhir ini. Selama dua hari ada 13 pasien baru terkonfirmasi positif Covid. Satgas berencana melakukan tes swab massal mengingat status Kabupaten Situbondo kembali naik menjadi oranye.

Sebelumnya, Kabupaten Situbondo sudah berstatus zona kuning atau risiko ringan  penyebaran Covid-19. Kali ini, status Situbondo kembali naik menjadi zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid.

Menurut Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, kalau ada swab massal jumlah pasien positif Covid kemungkinan besar akan bertambah.  Namun hal itu menjadi salah satu cara menurunkan status zona oranye menjadi zona kuning.

“Hasil swab massal akan membuat mortality rate atau angka kematian turun sekaligus akan jadi salah satu tolok ukur menurunkan status zonasi,” ujarnya, Jum’at, 6 November 2020.

Dadang menambahkan, selain menurunnya angka kematian, ada komponen lain dapat mempengaruhi zonasi, yaitu angka kesembuhan pasien, jumlah kasus terkonfirmasi serta ketersediaan kamar di rumah sakit rujukan.

BACA JUGA :  Pembanguan Rumah Sakit Cita-Cita Kiai As’ad

“Satgas telah menyediakan tempat karantina bagi pasien OTG atau Orang Tanpa Gejala,” ujarnya.

Data yang diterima Bhasa menyebutkan. Beberapa hari terakhir selalu ada tambahan pasien baru terkonfirmasi positif di Situbondo. Terbaru ada tambahan enam pasien terkonfirmasi positif. Sehari sebelumnya ada tambahan tujuh pasien positif Covid.

Saat ini, jumlah total pasien Covid di Situbondo sebanyak 746 orang. Masih ada 67 pasien positif menjalani perawatan medis, terdiri dari 26 di rawat di rumah sakit, sebanyak 40 pasien isolasi mandiri serta satu orang pasien sedang menjalani perawatan di ruang karantina.

Untuk jumlah pasien sembuh ada tambahan 12 pasien menjadi 614 orang pasien Covid di Situbondo dinyatakan sembuh. Selain itu, ada tambahan satu pasien meninggal asal Kecamatan Asembagus. Saat ini jumlah total pasien meninggal menjadi 65 orang.