30.7 C
Situbondo
Jumat, September 24, 2021

Sosialisasikan Vaksin ke Pondok Pesantren, Bung Karna Ingatkan Masyarakat Tak Termakan Informasi Hoax

Situbondo- Rendahnya cakupan vaksinasi menyebabkan tingkat kematian pasien Covid-19 di Situbondo cukup tinggi. Para pasien Covid-19 meninggal dunia sebagian besar masih belum divaksin. Demikian disampaikan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, saat silaturrahim ke sejumlah pesantren, Minggu kemarin.

Menurut Karna Suswandi, banyaknya informasi Hoax yang beredar di media sosial, menyebabkan masyarakat takut ikut vaksin. Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna menceritakan, ada seorang wali santri menolak anaknya ikut divaksin, karena mendapat informasi Hoax terkait vaksin di media sosial.

“Waktu kami melakukan sosialisasi ke sejumlah pesantren, ada wali santri menolak anaknya ikut divaksin karena tidak tahu manfaatnya vaksin. Itu akibat kabar hoax di media sosial,” katanya, Minggu, 8 Agustus 2021,

Bung Karna berharap pondok pesantren ikut menyosialisasikan tentang manfaat vaksin, bahwa program vaksinasi merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona kian meluas. Melalui vaksinasi akan terjadi herd immnunity atau kekebalan kelompok.

“Pondok bisa ikut menyosialisasikan vaksin melalui video pendek lalu viralkan. Itu penting untuk mengedukasi masyarakat yang selama ini termakan informasi Hoax di media sosial,” ujarnya.

BACA JUGA :  Puluhan Knalpot Brong Hasil Operasi Balap Liar Dimusnahkan

Bung Karna menambahkan, jumlah kematian pasien Covid-19 di Situbondo cukup tinggi di Jawa Timur. Saat ini, cakupan vaksin baru sekitar 9 persen untuk dosis I dan hanya 4 persen untuk vaksin dosis II. Data tersebut memang masih terus bertambah, karena data tersebut merupakan update per 1 Agustus 2021.

Bung Karna mengaku bersyukur pencanangan vaksin di kalangan pelajar usia 12 hingga 17 tahun berlangsung lancar. Saat ini, proses vaksinasi di kalangan pelajar sedang berjalan. Selanjutnya, vaksin bisa dilakukan di pondok pesantren.

BACA JUGA :  Tertipu Rp. 10 Juta Karena Tergiyur Iming-Iming Jadi Honorer

“Salah satu syarat pembelajaran tatap muka bagi pelajar haru divaksin. Alhamdulillah, pelaksanaan vaksin di kalangan pelajar cukup antusias,” katanya

Sementara itu, selain melakukan silaturrahim ke sejeumlah pondok pesantren,   Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Hj. Juma’ati Karna Suswandi, juga menyalurkan bantuan paket sembako serta menyantuni anak yatim piatu.

Reporter: Zaini Zain

Related Articles

KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Stay Connected

22,309FansSuka
2,954PengikutMengikuti
18,500PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles