Sudah Sembuh, Sekda Ceritakan Masa Kritis Selama Terpapar Covid-19

0
100
bhasafm
Sekretaris Daerah Pemkab Situbondo, Sayifullah (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Sekretaris Daerah Pemkab Situbondo, Syaifullah sudah sembuh setelah 19 hari dirawat di rumah sakit Surabaya karena terpapar virus Corona. Sejak Senin kemarin, Syaifullah sudah mulai masuk kantor dan menjalankan aktifitas seperti sedia kala.

Syaifullah secara khusus memberikan testimoni bahayanya virus Corona. Selama lima hari, Syaifullah mengaku menjalani masa kritis di ruang ICU penyakit paru. Ironisnya, Syaifullah juga memiliki komorbid atau penyakit bawaan tensi darah tinggi. Beruntung, Syaifullah sudah divaksin sehingga memilki antibody yang lebih kuat.

Menurut Syaifullah, selama lima hari berada di ruang ICU penyakit baru, dirinya berkumpul dengan 16 pasien lainnya. Semuanya menggunakan oksigen atau ventilator. Saat di ruang ICU dirinya selalu mengikuti petunjuk petugas medis termasuk teratur meminum obat.

“Di ruangan tempat saya dirawat semuanya kiritis. Saya setiap hari melihat ada orang meninggal dunia karena Covid-19,” katanya, Senin, 9 Agustus 2021.

Syaifullah menambahkan, pada hari kelima dirinya dipindahkan ke ruang isolasi khusus. Kesehatannya terus membaik  dan setelah 15 hari dirawat mulai melepas oksigen.

“Saya hanya tawakal dan bersabar, itu saja. Selama dirawat semua pasien tak boleh ditunggui keluarga. Jadi semuanya harus mengurus diri sendiri meski dalam keadaan sakit luar biasa. Gak bisa manggil perawat sembarangan karena mereka sudah ditentukan jamnya melihat pasien,” terangnya.

BACA JUGA :  Masih Sedikit Nelayan Ikut Asuransi Kecelakaan

Syaifullah mengisahkan, Awal terkonfirmasi virus Corona, dirinya sebenarnya pasien OTG atau Orang Dengan Tanpa Gejala dan melakukan isolasi mandiri.  Setelah empat hari isolasi mandiri, Syaifullah mulai hilang penciuman. Hari keenam Syaifullah mulai mengalami sakit tenggorokan hingga susah menelan makanan. Untuk makan saja butuh waktu hingga 30 menit.

“Saya akhirnya dirujuk ke rumah sakit karena saturasi naik turun antara 91 hingga 31. Setelah sehari opname di Rumah Sakit Abdoerrahem saya dirujuk ke rumah sakit Surabaya,” kisahnya.

Syaifullah mengatakan bahwa virus Corona sangat berbahaya. Oleh karena itu, Syaifullah mengingatkan kepada masyarakat untuk saling peduli dan saling melindungi. Tak kalah pentingnya, melakukan vaksin serta rajin berolahraga dan berjemur. Hanya dengan imun yang kuat bisa menangkal virus Corona.

“Harus saling peduli dan saling melindungi. Seperti sekarang saya dan sampeyan saling melindungi karena sama-sama mengenakan masker,” ujarnya, menutup sesi testimoni.

Reporter: Zaini Zain