Sulit Cari Kerja di Masa Pandemi, Pemuda Desa Pilih Budidaya Kura-Kura

0
44
bhasafm
Manfaatkan bekas kolam ikan seorang pemuda desa budidaya kura-kura di depan rumahnya (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Anda pernah mendegar kata-kata diksi “kura-kura di atas perahu”?.  Kalau kura-kura di atas perahu itu hanya permainan diksi kata-kata, di desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, kura-kura menjadi sumber penghasilan.

Seorang pemuda desa Tanjung Glugur bernama Ahmad Fauzi (21), mulai merintis budidaya kura-kura sejak awal 2021. Ia mulai berbudidaya karena sulitnya pekerjaan di masa pandemi Covid-19.

Fauzi memanfaatkan bekas kolam ikan di depan rumahnya menjadi tempat budidaya kura-kura. Saat ini, Fauzi sudah memiliki 20 ekor kura-kura  yang mulai bertelur. Satu ekor kura-kura bisa bertelur 11 hingga 15 butir.

“Alhamdulillah kura-kura yang sudah bertelur mulai menetas dan mulai laku terjual,” katanya, Minggu, 24 Oktober 2021

BACA JUGA :  Bupati Situbondo Resmikan Bantuan Sumur Bor, Masyarakat Tak Perlu Ambil Air ke Luar Desa

Fauzi menilai budidaya kura-kura sangat menjanjikan. Selain belum banyak yang berbudidaya di Kabupaten Situbondo, perawatan kura-kura juga cukup mudah. Sedangkan untuk penghasilan berbudidaya kura-kura cukup bagus. Saat ini, harga anak kura-kura Rp. 25 ribu hingga Rp. 30 ribu.

Fauzi menjelaskan, proses penetasan telur kura-kura butuh waktu dua bulan. Kalau 20 kura-kura bertelur rata-rata 10 butir dan semuanya menetas, maka selama dua bulan bisa meraup penghasilan sebesar Rp. 5 juta.

“Menjualnya juga tidak sulit. Saya biasanya menjual melalui grup jual beli medsos maupun lewat komunitas pecinta reptile. Bahkan saat masih berupa telur sudah ada yang pesan kok,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain