Situbondo- Kampanye gerakan sadar gizi menjadi fokus Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Situbondo, mengingat jumlah balita stunting masih cukup tinggi. Balita stunting atau kerdil disebabkan karena kurangnya asupan gizi sejak masa kandungan hingga usia di bawah dua tahun.
Ketua Tim Penggerak PKK Situbondo, Juma’ati Karna Suswandi, mengatakan saat ini jumlah balita stunting sudah mengalami penurunan. Saat Bupati dan Wakil Bupati dilantik jumlah balita stunting di Situbondo mencapai 26,74 persen. Namun kini sudah turun menjadi 12,8 persen atau 4.190 balita kerdil.
“Bupati dan Wakil Bupati dilantik saat pandemi. Selama itu pula langkah PKK agak terbatasi,” kata Juma’ati, saat melakukan kampanye sadar gizi dan menyalurkan bantuan sembako dan vitamin di Kecamatan Kendit, Selasa, 24 Agustus 2021.
Menurut Juma’ati, saat ini kasus Covid di Situbondo sudah mulai melandai. Pihaknya mulai memiliki ruang melakukan kampanye sadar gizi, namun tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.
Istri Bupati Karna Suswandi itu mengatakan, tren penurunan jumlah balita stunting saat ini tentu sangat mengembirakan. Kampanye sadar gizi harus terus digalakan untuk menekan jumlah balita stunting. Berdasarkan hasil bulan timbang Februari 2021, kasus stunting bisa ditekan menjadi 12,8 persen.
“Mudah-mudahan pandemi Covid-19 segera selesai agar kita bisa leluasa bertemu ibu-ibu hamil untuk mengkampanyekan sadar gizi,” ujarnya.
Reporter: Zaini Zain









