Situbondo, bhasafm.co.id- Pabrik Gula (PG) Panji di Kabupaten Situbondo mengoperasikan alat penangkap abu atau wet dust collector untuk menekan dan mengurangi penyebaran polusi tolato di lingkungan sekitar.
Manager Teknik PG Panji, Bahtiar Yudistira, menjelaskan bahwa perangkat yang bekerja dengan sistem semprotan air tersebut mampu menangkap hingga 40 ton abu sisa pembakaran ketel setiap 24 jam.
Abu yang tertangkap kemudian dialirkan ke bak pengendap sebelum diangkut ke penampungan, didukung pula dengan penyiraman rutin agar debu kering tidak terbang ke permukiman warga.
Pengoperasian alat pengendali emisi ini dikontrol secara berkala oleh tenaga mekanik demi memastikan efektivitas penekanan polusi selama musim giling berlangsung.
Upaya ini terbukti efektif meredam sebaran tolato, hingga warga serta pekerja di area sekitar pabrik merasa jauh lebih nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.









