Situbondo- Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Selasa, 7 Maret 2023 malam mengakibatkan tembok pembatas roboh dan menimpa warung bengkel milik Arfan (40).
Derasnya air hujan yang terjadi sejak sore hingga pukul 23.00 Wib itu, menggerus pondasi pagar tembok sehingga ambruk dan mengenai bengkel dan warung Arfan yang berada di sisi jalan, Dusun Pareyaan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.
Saat itu, Arfan bersama istri dan keponakannya sedang berada di warung, bersiap-siap untuk pulang menunggu hujan reda. Namun malang tak dapat ditolak, sekitar pukul 21.30 Wib saat istirahat di dalam warungnya, tembok yang menempel dengan warung bengkel, ambruk dan mengenai ketiganya.
Arfan meninggal seketika. Sedangkan istrinya, Ningsih (35) dan keponakannya Ridwan (14) selamat dan hanya mengalami luka robek di bagian kepala dan badan. Saat ini keduanya sedang dirawat di rumah sakit Elisabet.
Sementara itu, Suasmad (47) ayah Ridwan, korban yang selamat mengaku mendapat informasi dari tetangganya kalau bengkel Arfan ambruk tertimpa pagar tembok. Suasmad langsung menuju lokasi dan mencari anaknya, Ridwan.
Ridwan ditemukan bersama Arfan, tertimpa reruntuhan pagar. Namun Arfan sudah ditemukan tidak bernyawa lagi, sedangkan Ridwan bersama istri Arfan pingsan dan mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.
Kata Suasmad, setiap pulang sekolah, Ridwan bekerja di bengkel Arfan yang merupakan saudaranya. Dan malam itu, Ridwan pulang terlambat karena hujan belum juga reda.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Sruwi Hartanto mengaku, malam itu berada di lokasi kejadiaan bersama dengan Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dan ikut membantu proses evakuasi korban.
Sruwi mengimbau kepada masyarakat untuk tingkatkan kewaspadaan, mengingat bencana yang terjadi sulit diprediksi, khusunya bencana banjir dan longsor.









