Terdampak Pandemi Separuh Perajin Mebel Antik Gulung Tikar

0
77
bhasafm
Dampak Pandemi : Separuh pelaku kerajinan mebel antik di Situbondo tutup akibat pandemi Covid-19 ( foto : zaini zain )

Situbondo-Pandemi Covid-19 sangat dirasakan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Situbondo. Saat ini sekitar separuh perajin mebel antik tutup karena omzet penjualan menurun drastis. Dari 30 perajin mebel antik hanya sekitar 15 perajin yang masih bertahan.

Ketua paguyuban perajin mebel antik, Dwihayu Bagus Susatyo, mengatakan, banyak perajin gulung tikar karena tidak bisa menjual hasil produksinya.  Sebagai perajin mebel antik sejak tahun 2000, Bagus juga mengaku sangat merasakan dampak pandemi Covid-19.

“Sebelum ada virus Corona omzet saya bisa mencapai Rp. 150 juta perbulan. Sekarang pendapatan saya hanya tinggal 25 persennya saja,” katanya saat menemui kunjungan UPT Industri Kayu dan Produk Kayu Disperindag Provinsi Jawa Timur, Kamis, 18 Maret 2021.

BACA JUGA :  Ingin Mandiri, Penyandang Disabilitas Pilih Jadi Pengrajin Batik

Bagus menyambut baik adanya pendidikan dan pelatihan desain dan finishing produk. Dengan pelatihan tersebut, diharapkan akan meningkatkan produktivitas perajin mebel. Dijelaskan, banyaknya perajin mebel tutup akan menyebabkan jumlah pengangguran akan bertambah.

“Dulu sebelum pandemi pekerja saya sekitar 50 orang. Sekarang hanya tinggal tiga orang karena pasar kerajinan kayu sedang lesu,” katanya.

Menurut Bagus, sebelumnya dirinya sudah mengekspor kerajinan kayu ke beberapa Negara di Eropa dan Amerika. Oleh karena itu, melalui pendampingan Disperindag diharapkan bisa menggairahkan kembali perekonomian kerajinan mebel.

“Saya bersyukur kalau usaha kerajinan mebel terus didampingi. Bagi saya pendidikan dan pelatihan sangat diperlukan agar perajin mebel bisa bersaing,” sambunya.

Reporter : Zaini Zain