The Bakuucakar Merilis Single Perdana Bakuucakar, Wujud Nyata Kerinduan Untuk Terus Berkarya

0
32
Bakuucakar

Musik Bagus Records – Sebagai sebuah band yang sudah 12 tahun berkarya bersama Glenn Fredly di atas dan di balik panggung, The Bakuucakar untuk pertama kalinya akan merilis single mereka sendiri pasca kepergian sang  maestro. Kehilangan sosok leader sudah pasti menjadi pukulan yang berat bagi The Bakuucakar, namun duka yang dirasakan justru mendorong dan meyakinkan mereka untuk terus berkarya. Seperti keluarga yang kehilangan, hidup akan tetap berjalan. Bagai kehilangan nakhoda, kapal akan terus berlayar mencapai tujuan.

Pada awal tahun 2021 The Bakuucakar pergi bersama – sama ke sebuah tempat untuk beberapa hari. Disana mereka mencoba untuk menulis lagu   bersama,    sebuah   proses   yang   belum   pernah   mereka          jalani sebelumnya. Dari  jam- sessions  yang  penuh canda dan tawa  khas The Bakuucakar,  lahirlah  kemudian  lagu  “Bakuucakar”  dengan  irama yang funky penuh energi. “Bakuucakar” yang diteriakkan di setiap chorus menjadi melodi anthemic untuk persaudaraan, keberagaman suku dan lintas generasi dari masing-masing personel.

BACA JUGA :  Kolaborasi Rinni Wulandari dan Yarra Rai yang Fun dan Fresh di Single ‘Snake on Apple Trees’
Baku Cakar – Profile

The Bakuucakar terdiri dari: Rifka Rachman  (Lead  Vocal  &  Sequencer), Bonar Abraham (Bass), Rayendra Sunito ( Drums), Harry Anggoman (Keyboard), Nicky Manuputty (Saxophone), Kenn a Lango (Hammond), dan Andre Dinuth ( Guitar).

Lagu ini akan rilis diseluruh digital musik platform pada 18 Juni 2021 bersama label Musik Bagus Records dan Manajemen Bumi Entertainment.

“The Bakuucakar menjadi salah satu band yang isinya macam-macam, mulai dari jenis musik sampai ke generasinya, dari situ kita mencoba satukan elemen-elemen dari masing-masing personel, sampai pada akhirnya kita bisa menemukan tujuan kita dalam bermusik. Salah satunya membuat karya terbaik yang kita bisa. Kalau kata Glenn, kita keluarga yang dipertemukan dengan ritme dan harmoni.” – The Bakuucakar –