Tiga Anak Bersaudara Tak Bisa Sekolah Karena Himpitan Ekonomi

0
322
Bhasafm
PKK Mantili mengunjungi rumah Sittiyani (kaos putih) di Kampung Campalok Desa Jatisari Kecamatan Arjasa (ist)

Situbondo- Tak semua anak-anak Situbondo yang tinggal di pedesaan bisa menikmati pendidikan. Seperti yang dialami anak-anak Sittiyani, warga Desa Kampung Campalok, RT 004 RW 006, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa.

Tiga dari enam anak wanita 32 tahun  itu ternyata tak pernah bersekolah. Selain faktor ekonomi, jarak tempuh ke sekolah cukup jauh  serta jalannya yang masih belum beraspal.

Bukan hanya tiga anaknya yang tak bisa sekolah, Sittiyani yang cukup lama sakit juga tak bisa berobat. Konon, Sittiyani menderita penyakit TB Kelenjar. Sittiyani sendiri hanya ibu rumah tangga biasa, sedangkan suaminya Rais, bekerja sebagai butuh tani.

Menurut Koordinator komunitas kader Desa Jatisari, Anik Sindawati,  dirinya sudah datang melihat kondisi Sittiyani bersama PKK Mantili Jatisari. Kondisinya sangat memprihatinkan karena cukup lama menderita sakit.

BACA JUGA :  Cindera Mata Kiai Azaim Untuk Rutan Situbondo

“Kami sudah datang ke rumahnya dan melihat langsung keadaannya. Ibu Sittiyani memang warga miskin dan sangat butuh perhatian, ” katanya, Senin, 5 Oktober 2020.

Anik menambahkan, Sittiyani memiliki enam orang dan anaknya yang paling bungsu masih balita. Ironisnya, anak-anaknya yang seharusnya sudah duduk di bangku Sekolah Dasar, namun masih belum pernah bersekolah karena jarak tempuhnya cukup jauh.

“Kami dan beberapa teman berinisiatif untuk mencarikan bantuan sepeda pedal agar nanti anak-anak ibu Sittiyani bisa sekolah,” ujarnya.

Lebih jauh Anik Sindawati berharap ada kepedulian pemerintah untuk membantu biaya pengobatan Sittiyani, termasuk terhadap anak-anaknya agar bisa mengenyam pendidikan seperti anak-anak seusianya.