Tutup Acara Mubes IKSASS, Kiai Azaim Minta Alumni Ponpes Sukorejo Pegang Teguh Kebersamaan

0
65
bhasafm
Petugas gabungan saat memeriksa kelengkaoan surat kesehatan hewan di posko penyekatatan pengawasan hewan ternak di Kecamatan Banyuglugur (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah-Syafi’iyah (IKSASS) Sukorejo ke 10 telah berakhir, Sabtu kemarin. Peserta Mubes IKSASS memilih Sunardi Muhib menjadi Ketua Umum Majelis Tanfidzi. Sebelumnya, Sunardi  menjabat sebagai Sekretaris Umum Pusat IKSASS.

Event akbar bagi alumni pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo berlangsung selama tiga hari di Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah ibrahimy, Desa Bantal, Kecamatan Asembagus. Acara Mubes secara resmi ditutup Pengasuh pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy.

Kiai Azaim mengingatkan para alumni untuk selalu meneguhkan spirit perjuangan dan pengabdian melalui organisasi IKSASS. Menjadi pengurus IKSASS berarti siap berdarma dan berinfaq untuk perjuangan.

“Jadi pengurus IKSASS itu harus siap berdarma, berinfaq  spirit perjuangan,” kata Kiai Azaim, saat menutup Mubes IKSASS, Sabtu, 11 Juni 2022.

BACA JUGA :  Pemkab Anggarkan Rp 180 Juta Untuk Bantuan Alat Jemur Tembakau

Menurut Kiai Azaim, seluruh alumni pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, harus selalu menjaga kebersamaan  melalui organisasi IKSASS. Berpegang teguh kebersamaan berarti harus memiliki visi yang sama dan militansi terhadap pesantren.

“Harus memiliki visi yang sama. Saya tidak mau mendengar adanya perpecahan. Pegang teguh kebersamaan dan kuncinya adalah militansi kepada pesantren,” ujarnya.

Lebih jauh Kiai Azaim meminta agar seluruh pengurus Rayon, Sub Rayon dan Komisariat IKSASS se Nusantara, agar benar-benar seleksi memiliki kepemimpinan di IKSASS.  Seluruh pengurs harus memiliki visi dan militansi yang sama terhadap pondok pesantren.

“Proses kaderisasasi di IKSASS harus berjalan dengan baik. Seleksi kepempimpinan tidak sembarangan,” pungkasnya.

Reporter: Zaini Zain