Uang Titipan Ratusan Juta Jadi Salah Satu Materi Gugatan Praperadilan

0
117
Supriyono, kuasa hukum dua tersangka dari pihak swasta memberikanketerangan pers usai mengajukan gugatan praperadilan di Kantor Pengadilan Negeri Situbondo (1)

Situbondo- Berbagai kejanggalan penetapan tersangka dugaan korupsi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) UKL UPL di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Situbondo, mulai diungkap kuasa hukum tersangka melalui gugatan Praperadailan ke Kantor Pengadilan Negeri Situbondo.

Menurut Supriyono,  dirinya menjadi kuasa hukum dari pihak swasta sebagai konsultan dalam proyek Amdal UPL UKL tersebut yaitu Yudhistira Hari Sandi dan Yudi Kristanto. Supriyono menilai, proses penyidikan hingga  penahanan dua orang kliennya sangat janggal, karena pengerjaan proyek dokumen UKL UPL sudah seselai dan sudah dilakukan serah terima.

bhasafm
Pengajian Umum 1 Muharram 1444 H

“Tidak benar kalau Kejaksaan bilang pengerjaannya belum selesai,” tuturnya, ditemui di Kantor Pengadilan Negeri Situbondo, Selasa, 2 Agustus 2022.

Menurut Supriyono, sitem kontrak  pengerjaan proyek UKL UPL itu dikerjakan terlebih dahulu oleh pihak penyedia jasa atau konsultan. Dijelaskan, jika pengerjaan proyek tersebut bermasalah,  maka otomatis keuangannya tidak akan dicairkan, karena sebelum pencarian telah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

“Sampai saat ini tidak jelas hitung-hitungan kerugian negaranya, padahal penetapan tersangka harus ada alat bukti kerugian negaranya,” terangnya.

Supriyono menjelaskan keanehan lainnya dari proses penyidikan dugaan korupsi UKL UPL, yaitu adanya permintaan salah seorang pejabat di Kejaksaan Negeri Situbondo, agar salah satu dari kliennya menitipkan uang 120 juta. Uang titipan tersebut seolah-seolah jadi barang bukti tindak pidana kliennya. Padahal di dalam KUHAP atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tidak dikenal istilah uang titipan.

BACA JUGA :  Pemkab Anggarkan Rp 180 Juta Untuk Bantuan Alat Jemur Tembakau

Supriyono mengaku dalam percakapan permintaan uang titipan itu kliennya diiming-imingi tidak akan dijadikan tersangka. Padahal kata Supriyono, uang tersebut milik pribadi kliennya dan tidak ada bukti kaitan dengan tindak pidana yang disangkakan.

“Masak tidak boleh klien kami punya uang ratusan juta?,” terangnya.

Supriyono menyebut adanya bukti saat kilennya menyerahkan uang titipan tersebut. Ironisnya, hingga kini uang 120 juta itu tidak pernah ada bukti penyitaan dari Kejaksaan. Oleh karena itu, Supriyono menegaskan bahwa tidak ada kerugian negara yang ditimbulkan dua kliennya tersebut sebagai konsultan proyek UKL UPL, .

“Dari awal penyidikan kliennya kami sudah merasa terintimdasi. Nanti kita buktikan, karena kami sudah menyimpan bukti-buktinya,” terangnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak kejaksaan belum berhasil dikonfirmasi terkait praperadilan

Zaini Zain