Dirosah Iksass Rayon Sumatera dan Bawean

0
BhasaFM
Peserta Dirosah Iksass Rayon Sumatera kelihatan lebih menarik dan nampak ceria dengan pakaian adat (foto: Reporter Dakwah)

Situbondo- Kamis malam yang lebih dikenal dengan malam Jum’at merupakan malam panjang bagi santri ponpes sukorejo. Sehingga kegiatan santri seperti iksass misalnya, seringkali diadakan pada hari Kamis malam Jum’at. Iksass rayon Sumatera, dan iksass rayon Bawean kebetulan bersamaan mengadakan dirosah di halaman kampus Universitas Ibrahimy Sukorejo. Kegiatan pada hari Kamis tanggal 23 Januari 2020 ini dijadwal mulai pukul 21.00 sampai pukul 23.00.

Dirosah yang diadakan iksass rayon Sumatera diikuti oleh 40 orang peserta. Uniknya dirosah ini terlihat pada pakaian, karena setiap peserta menggunakan pakaian adat sesuai asal santri. Pakaian suku khas pulau Sumatera yang tampil ada empat suku, yaitu suku Batak, suku Minang, suku Melayu, dan suku Pedalaman.

BhasaFM
Dirosah Iksass Rayon Bawean sedang berlangsung dengan tertib (foto: Reporter Dakwah)

Dirosah yang diadakan iksass rayon Bawean dihadiri oleh 22 orang peserta. Berbeda dengan iksass rayon Sumatera, peserta dirosah iksass rayon Bawean menggunakan pakaian bebas tetapi rapi. Meskipun berpakaian bebas tetapi songkok tetap terpasang di kepala, ini yang dikatakan bebas tetapi aktif menjaga ciri khas santri, bersongkok.

Dendi Agung Prayoga selaku ketua panitia dirosah iksass rayon Sumatera menuturkan, bahwa dirosah ini diharapkan bisa melahirkan kader iksass yang lebih baik dari para seniornya. Sementara itu Danial yang merupakan ketua rayon iksass Bawean menyampaikan, bahwa dirosah ini diharapkan bisa menjadi momentum melahirkan santri yang semangat untuk mengabdi dan mengaji di Ponpes Sukorejo.