Tepis Pembangunan Stagnan, Sekda Paparkan Indikator Kemajuan di Situbondo

0
BhasaFM
Sekretaris Daerah Situbondo, Syaifullah

Situbondo- Tingkat kesejahteraan masyarakat Situbondo semakin membaik dari tahun ke tahun. Laju pertumbuhan ekonomi  meninkat ditandai dengan daya beli masyarakat di Situbondo cukup tinggi serta angka kemiskinan juga sudah menurun.

Pernyataan ini diungkapkan Sekretaris Daerah Situbondo, Syaifullah, sekaligus menjawab tudingan sejumlah kalangan yang menilai tidak ada kemajuan sama sekali di Kabupaten Situbondo.

Menurut Syaifullah, mengukur tingkat  kemajuan di suatu daerah harus jelas indikatornya. Jika indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi, maka Kabupaten Situbondo menempati urutan ketiga pertumbuhan ekonominya di Jawa Timur.

Syaifullah menambahkan, saat ini tingkat kemiskinan juga sudah menurun. Jika pada tahun 2017 angka kemiskinan 13, 05 persen, maka tahun 2018 sudah turun menjadi 11, 82 persen.

Selain itu kata Syaifullah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik dari 6, 08 menjadi 66, 46. Hal itu juga bisa dilihat dari lamanya pendidikan sekolah yang sebelumnya 5, 8 menjadi 6,8.

Syaifullah menjelaskan, untuk sektor kesehatan usia harapan hidup sudah tinggi dari  68, 73 naik menjadi 68, 53. Sedangkan pada sektor daya beli masyarakat juga naik, hal itu dilihat dari PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto pada tahun 2017 sebesar 25 Miliar lebih naik menjadi 27 Miliar lebih pada 2018.

Lebih jauh Syaifullah menegaskan, bahwa pergeseran kemajuan dari berbagai sektor pembangunan maupun ekonomi, memiliki korelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Salah satu penyebab turunnya angka kemiskin yaitu terbukanya lapangan kerja baru.        

Saat ini kata Syaifullah, pembangunan destinasi wisata ikut mendorong sektor pertumbuhan ekonomi di beberapa kawasan wisata. Syaifullah mencontohkan Kecamatan Sumbermalang, yang sebelumnya menjadi daerah termiskin kini sudah naik  berada di urutan 11 tingkat kemiskinannya se Situbondo.