Virus Omicron Masuk Situbondo, Satgas Tetapkan 11 Kecamatan Zona Oranye

0
129
bhasafm
Bupati Karna Suswandi melantik 16 Kepala Puskesmas di pendopo Kabupaten, Selasa, 15 Februari 2022 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Penyebaran virus baru omicron sudah  masuk Kabupaten Situbondo. Berdasarkan hasil uji laboratorium dua pasien Covid-19 dinyatakan proable omicron atau terindikasi terinfeksi omicron.

Saat ini, Satgas Covid-19 Situbondo telah menetapkan 11 Kecamatan di Situbondo masuk zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19,menyusul kian meluas penyebaran Covid-19 beberapa pekan terakhir.Hanya enam Kecamatan   masih berstatus zona kuning atau risiko ringan penyebaran Covid-19.

Update terbaru Selasa 15 Februari 2022 dilaporkan, ada 72 orang dinyatakan positif Covid-19 tersebar di 14 Kecamatan. Tambahan pasien baru ini merupakan yang terbanyak sejak Covid-19 kembali masuk Situbondo akhir Januari lalu. Saat ini jumlah total pasien Covid yang sedang menjalani perawatan berjumlah 198 orang, terdiri dari delapan pasien di rawat di rumah sakit, satu pasien di rawat di isolasi terpusat serta 189 pasien isolasi mandiri.

BACA JUGA :  Kelompok Tani Diberi Bantuan Armada Angkut Roda Tiga

Bupati Situbondo Karna Suswandi, mengatakan, melihat cepatnya penyebaran Covid-10 sejak akhir Januari 2022 lalu, maka kemungkinan para pasien terpapar virus varian baru omicron. Hal itu diperkuat hasil sampel uji laboratorium terhadap dua pasien.

“Awal masuknya Covid gelombang ketiga ini dari dua pasien di Kecamatan Banyuputih yang bekerja sebagai pengupas bawang di Kabupaten Banyuwangi,” ujar Karna Suswandi, ditemui usai rapat koordinasi di pendopo Kabupaten.

Karna Suswandi menambahkan, hanya ada tiga cara membendung penyebaran Covid-19 tidak meluas, yaitu masyarakat disiplin protokol kesehatan serta melakukan vaksin. Saat ini capaian vaksin dosis II masih sekitar 43 persen sedangkan vaksin dosis I sudah 75 persen.

“Selain disiplin prokes dan vaksin, maka yang ketiga adalah berdoa. Tiga cara itu yang bisa membendung penyebaran Covid-19,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain