Wabup dan Sekda Situbondo Gagal Divaksin Covid-19, Sekda Karena Darting

0
142
BhasaFM
Sekretaris Daerah Situbondo, Syaifullah ( foto : Zaini Zain )

Situbondo- Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo memulai vaksin Covid-19 tahap pertama. Dari 11 orang yang masuk pencanangan vaksin perdana, tiga diantaranya gagal divaksin karena tidak memenuhi syarat kesehatan.

Tiga orang yang gagal divaksin adalah Wakil Bupati Situbondo, Yoyok Mulyadi, Sekretaris Daerah, Syaifullah, serta Ketua KONI Reno Widigyo. Wabup yang juga Plt Bupati Situbondo gagal divaksin karena memiliki riwayat operasi ginjal. Sedangkan Sekretaris Daerah memiliki tensi darah tinggi atau Darting.

Menurut Wabup Yoyok Mulyadi, sebenarnya dirinya sudah menjalani pemeriksaan medis dan dinyatakan sehat. Namun Wabup tetap dinilai tak memenuhi syarat secara medis untuk divaksin karena baru setahun menjalani operasi ginjal.

“Saya pernah melakukan operasi ginjal jadi tidak bisa divaksin. Vaksin ini aman dan halal, ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat,” ujar Yoyok Mulyadi, ditemui usai pencanangan vaksin Covid-19 di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Rabu, 27 Januari 2021.

Menurut Yoyok, vaksin ini merupakan ikhtiar pemerintah memutus matarantai penyebaran Covid. Saat ini, jumlah pasien Covid di Situbondo sudah mencapai 2.109 dan sebanyak 156 diantaranya meninggal dunia.

“Meski nantinya sudah divaksin masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu selalu mencuci tangan, memakai masker dan tidak berkerumun,” pesannya.

BACA JUGA :  Wakil Gubernur Jatim dan Bupati Situbondo Menghadiri Acara Bincang Santai di Kantor PCNU Situbondo

Pernyataan senada diungkapkan Sekda Syaifullah. Menurutnya, dirinya sudah dua kali melakukan screening, namun tetap saja belum memenuhi syarat mengikuti vaksin Covid tahap pertama, karena tensi darahnya mencapai 170. Sesuai ketentuan syarat tensi darah maksimal 140.

“Saya darting pak, kemarin di-screening darah saya 170, diperiksa lagi turun jadi 160. Tadi diperiksa naik lagi. Saya sudah minta dibekam dan pijat khusus tapi tetap saja darah saya masih tinggi,” terangnya

Syaifullah menjelaskan, ada empat kali tahapan pelaksanaan vaksin Covid di Situbondo dengan jumlah total sasaran 400.340 orang. Untuk vaksin tahap pertama diperioritaskan bagi 2.853 petugas kesehatan (Nakes). Selanjutnya, tahap kedua untuk pelayan publik seperti TNI dan Polri sebanyak 19.603 orang.

“Untuk tahap pertama ini kami mendapatkan jatah 3000 vaksin. Pelaksanan vaksin tahap pertama dan kedua akan berlangsung sejak Januari sampai April 2021,” terangnya.

Untuk tahap ketiga dan keempat yaitu vaksin untuk masyarakat rentan sebanyak  223.227 orang,  masyarakat umum dan pelaku ekonomi sebanyak 59.792  serta masyarakat lanjut usia (lansia) sebanyak 100.727. Vaksin tahap ketiga dan keempat akan berlangsung sejak April 2021 hingga Maret 2022.

“Saat ini kami sudah mulai distribusi vaksin. Kami punya 27 fasilitas pelayanan kesehatan untuk melayani vaksinasi terdiri dari 20 Puskesmas, dua klinik dan lima rumah sakit,” ujanya.