Situbondo, bhasafm.co.id- Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, memberikan apresiasi tinggi kepada TNI atas terlaksananya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Dusun Plampang, Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang. Kehadiran program ini dinilai menjadi solusi nyata bagi masyarakat terpencil yang selama ini kesulitan mengakses lahan pertanian dan perkebunan akibat infrastruktur yang minim.
Selama ini, warga Dusun Plampang hanya mengandalkan jalan setapak yang licin dan berlumpur untuk mengangkut hasil bumi seperti kopi arabika. Kondisi medan yang berat membuat mobilitas warga terbatas, di mana pengangkutan hasil panen harus dilakukan dengan cara dipikul atau menggunakan motor trail dengan biaya tinggi. Melalui TMMD, jalan setapak tersebut kini diperlebar menjadi 5 meter sepanjang 2 kilometer, sehingga dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
Dansatgas TMMD Kodim 0823 Situbondo, Letkol Inf. Tri Wiratno, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi didasarkan pada kebutuhan mendasar masyarakat akan infrastruktur dan layanan publik. Selain pembukaan jalan, Satgas TMMD juga membangun talut sepanjang 72 meter, drainase 40 meter, dan gorong-gorong untuk memastikan ketahanan jalan di wilayah pegunungan tersebut.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Masyarakat setempat juga mendapatkan berbagai layanan non-fisik, mulai dari edukasi kesehatan, pelayanan medis gratis, hingga bantuan pengurusan administrasi kependudukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memastikan warga di pelosok mendapatkan hak pelayanan yang setara dengan warga perkotaan.
Wabup Ulfiyah berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI ini dapat terus berlanjut di lokasi-lokasi terisolir lainnya di Situbondo. Dengan terbukanya aksesibilitas, potensi ekonomi desa—khususnya sektor perkebunan kopi—diharapkan dapat dikelola secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan menghapus isolasi daerah terpencil.









