Home / Pemerintahan / Workshop Business Development dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Kreatif

Workshop Business Development dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Kreatif

Situbondo, bhasafm.co.id- Pada Rabu, 5 Februari 2026 di Aula Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (DISPARPORA) Kabupaten Situbondo pukul 08.00 WIB telah dilaksanakan Workshop Business Development dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Kreatif yang diselenggarakan oleh BAKORWIL V JEMBER.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 komunitas ekonomi kreatif, salah satunya Radio Bhasa FM, sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan pelaku ekonomi kreatif dalam mendorong UMKM dan generasi muda agar mampu naik kelas dan berdaya saing.

Acara dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo, Bapak Edy Wiyono, S.Sos., M.Si., yang menegaskan bahwa seluruh pelaku UMKM memiliki peluang besar untuk berkembang jika didukung dengan strategi dan kolaborasi yang tepat.

Dilanjut pembukaan yang diwakili langsung oleh Kepala bidang Kemasyarakatan BAKORWIL V Jember, Ibu Endang Anggreini, yang menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai jembatan antara generasi muda dan pengembangan potensi ekonomi kreatif daerah.

Workshop ini menghadirkan dua materi utama, dengan moderator Purnomo (Kabid Ekraf di DISPARPORA Kabupaten Situbondo), yaitu Strategi Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif Jawa Timur yang disampaikan oleh Bapak Ali Afandi. Menurut Bapak Ali, Pemerintah berperan sebagai fasilitator, kurator, dan penghubung pasar, agar produk kreatif mampu bersaing dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Materi kedua yang bertajuk “Penguatan Event sebagai Katalisator Ekonomi dan Kreatif Daerah” disampaikan oleh Bapak Dr. David K. Susilo, MM, yang menekankan perubahan mindset pelaku ekonomi kreatif.

“Kita yang harus bergerak dulu. Kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangannya,” ujarnya.

Bapak David mencontohkan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang berangkat dari komunitas, mengangkat budaya lokal, melibatkan 78 komunitas, hingga berdampak pada edukasi lingkungan dan pemberdayaan UMKM. Menurutnya, pemaparan ini akan memberi contoh nyata bagi daerah, termasuk Situbondo.

Workshop ini menjadi langkah awal menumbuhkan semangat saling berinovasi, berkolaborasi, dan berdaya saing, sekaligus wujud nyata kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong ekonomi kreatif berbasis komunitas dan generasi muda. Sebagai bentuk kolaborasi yang dapat mendorong pemerintah untuk menjembatani generasi muda dalam mengembangkan dan meningkatkan potensi ekonomi kreatif.

Dengan harapan, hasil dari workshop ini dapat segera diterapkan di bisnis masing-masing, sehingga ekonomi kreatif Situbondo semakin kuat, berkelanjutan, dan mampu bersaing tidak hanya di lokal saja.

 

Penulis: Nurmumtaz Sekar

 

Tag: