Home / Pariwisata / Bupati Situbondo Apresiasi Sampean Green Farm di Desa Kotakan

Bupati Situbondo Apresiasi Sampean Green Farm di Desa Kotakan

Situbondo, bhasafm.co.id- Sebanyak 450 pohon alpukat dari berbagai jenis di antaranya aligator, miki, markus dan kolumbus, tumbuh subur dan berbuah lebat di atas lahan seluas 1,4 hektare di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo. Destinasi agrowisata tersebut dinamai Sampean Green Farm (SPF).

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengapresiasi kepiawaian Hermanto, pengelola Sampean Green Farm yang mengubah lahan tandus menjadi lahan produktif dengan ditanami alpukat berbagai jenis serta tanaman lainnya seperti pisang cavendis, kelengkeng, dan durian.

Kata Bupati, ratusan pohon alpukat berbuah lebat itu menjadi daya tarik bagi pengunjung, karena pengunjung bisa memetik alpukat segar dari pohonnya dengan harga yang terjangkau, hanya Rp30.000 per kilogram.

Bupati berharap, masyarakat bisa memanfaatkan peluang seperti yang dilakukan Hermanto, menyulap lahan tandus menjadi lahan produktif yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Sementara itu, Hermanto, pengelola lahan alpukat mengaku hanya butuh waktu enam bulan menunggu pohon alpukat berbuah. Pemeliharaannya pun tidak susah, disiram tiga hari sekali dan menggunakan pupuk kandang, alias kotoran kambing.

Dalam satu pohon, buah alpukat mencapai 70 kilogram, karena selain lebat, buahnya berukuran jumbo, sementara pohonnya tidak terlalu tinggi, sangat mudah dijangkau sehingga pengunjung tidak kesulitan memetik. Dalam sehari, sekitar 2 kuintal alpukat tejual. Harganya murah, hanya Rp30 ribu per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Selain alpukat, ada juga pohon durian di sela alpukat namun masih membutuhkan waktu untuk berbuah, ada juga kelengkeng merah, nangka orange dan melon hidroponik yang juga berbuah lebat.

Tag: