Band musik punk asal Bandung, Dongker, resmi merilis single ketiga berjudul “Lagu Selepas Hujan” di berbagai Digital Streaming Platform (DSP). Lagu ini menjadi penutup rangkaian rilisan single sebelum peluncuran album penuh kedua mereka, “Melankolia Radikal”, yang dijadwalkan hadir pada 28 Agustus 2026. Melalui karya terbaru ini, Dongker mencoba mengeksplorasi nuansa musik baru tanpa meninggalkan identitas khas mereka.
Berbeda dari lagu-lagu sebelumnya yang bertempo cepat dan eksplosif, “Lagu Selepas Hujan” disajikan sebagai balada kontemplatif yang lebih tenang. Terinspirasi oleh lagu “Hujan” milik Koil, Dongker memanfaatkan lagu ini untuk merangkai narasi puitis seputar krisis kepercayaan kepada pemerintah, tata kota yang makin kaku, hingga kesenjangan pembangunan di tengah masyarakat.
Meskipun dikemas dalam tempo yang lebih lambat dan penuh emosi, lagu ini tetap mempertahankan keresahan sosial yang menjadi fondasi utama karya-karya Dongker. Sang gitaris, Delpi, mengungkapkan bahwa lagu ini menjadi bentuk pendewasaan serta eksperimen musikal band tanpa harus melepaskan akar komunitas maupun energi khas mosh pit mereka.
Kehadiran “Lagu Selepas Hujan” mencerminkan kematangan musikal Dongker dalam menyampaikan kritik sosial lewat pendekatan yang lebih intim dan reflektif. Single ini sekaligus menjadi gerbang pembuka menuju album penuh kedua mereka yang diprediksi memperkuat posisi Dongker di skena musik independen Indonesia.









