Home / Musik / Lakuna Rilis Sebuah Keputusan yang Harus Memilih “Hati dan Logika”

Lakuna Rilis Sebuah Keputusan yang Harus Memilih “Hati dan Logika”

Grup musik asal Malang, Lakuna, resmi merilis single terbarunya yang bertajuk “Hati dan Logika”. Melalui karya ini, keenam personelnya Yoko Pratama, Fajar Bagus Anoraga, Kelfin Jaya, Tian Fathur, Aziz Ali, dan Eduward Bate mencoba memotret pergulatan batin manusia yang kehilangan arah akibat benturan antara urusan duniawi dan pertanyaan spiritual. Diangkat langsung dari kisah nyata sang drummer, Eduward, lagu ini menyoroti bagaimana seseorang kerap terjebak di antara perasaan dan logika. Menariknya, kalimat pengakuan “aku kalah” dalam liriknya tidak dimaknai sebagai keputusasaan untuk menyerah, melainkan sebagai sebuah bentuk penerimaan diri agar bisa kembali melangkah maju.

Dari segi musikalitas, “Hati dan Logika” menyuguhkan nuansa yang intim, dingin, dan reflektif lewat perpaduan dominan petikan gitar akustik serta alunan piano. Latar vokal yang disematkan secara emosional semakin memperkuat rentetan rasa ragu dan penerimaan yang terbangun di sepanjang lagu. Proses produksinya sendiri memakan waktu dari Oktober hingga November 2025, dengan lirik garapan Yoko Pratama, komposisi dari Tian, dan diproduseri oleh Kelfin Jaya. Selain melibatkan Kamaya Studio untuk rekaman dan Gigih Praseta di AA Studio untuk tahap mixing-mastering, Lakuna juga turut menggandeng Aril dari Mati di Saturnus untuk penataan gitar akustik, serta Dimas dan Rachma Yulia untuk penggarapan visual rilisan.

Perilisan single ini sekaligus menjadi jembatan pemanasan bagi Lakuna menuju peluncuran album penuh perdana mereka yang diberi tajuk Epiprolog, yang dijadwalkan mengudara pada bulan Juli mendatang. Sebelum album tersebut resmi diluncurkan, band ini juga telah mempersiapkan suguhan live session pada akhir Juni beserta perilisan video lirik resmi untuk “Hati dan Logika”. Lebih jauh lagi, setelah rangkaian album Epiprolog sepenuhnya rilis, Lakuna berencana menggelar tur untuk membawa pengalaman emosional dari karya-karya terbaru mereka secara lebih dekat kepada para pendengar.