Situbondo, bhasafm.co.id- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi refleksi bagi Dr. Ratna Koba Susanti, S.Sos., M.Si., seorang praktisi pendidikan sekaligus ASN di Pemkab Situbondo. Baginya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan di dalam kelas, melainkan upaya sadar dan terencana untuk membantu orang lain mengembangkan potensi diri seutuhnya.
Sekretaris Yayasan Pendidikan Abdurachman Saleh ini menekankan bahwa pendidikan mencakup pengembangan pengetahuan, keterampilan, hingga pembentukan nilai-nilai kehidupan. Komitmen ini ia wujudkan secara nyata melalui program anak asuh bersama rekan-rekan sevisi. Mereka mencari anak-anak potensial di berbagai lokasi untuk didampingi, diarahkan, dan dibiayai agar memiliki masa depan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain fokus pada pendampingan personal, Dr. Ratna juga berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Situbondo. Sebagai informasi, IPM Situbondo pada tahun 2025 telah mencapai kategori tinggi yakni 71,87 poin, di mana sektor pendidikan menjadi salah satu indikator utama keberhasilan capaian tersebut.
Ia berpesan bahwa proses belajar tidak memiliki batasan usia dan harus dilakukan sepanjang hayat. Melalui pendidikan yang berkelanjutan, diharapkan terbentuk karakter masyarakat yang bermoral, beretika, serta berkepribadian baik. Baginya, keberhasilan pendidikan sejati adalah ketika seseorang mampu melakukan perubahan perilaku ke arah positif dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.








