Situbondo, bhasafm.co.id- Polres Situbondo menggunakan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI) untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Desa Demung, Kecamatan Besuki. Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menjelaskan bahwa metode ini memerlukan waktu lebih lama karena mengedepankan analisis ilmiah yang cermat.
Penerapan teknologi forensik ini dilakukan untuk menganalisis bukti fisik di tempat kejadian perkara (TKP), terutama karena keterangan saksi yang sangat terbatas. Kapolres menegaskan bahwa setiap kaidah ilmiah tidak boleh dilompati agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun sains.
Kasus ini bermula saat satu keluarga yang terdiri dari suami (Muhammad Hasim), istri (Suningsih), dan anak (Umi Rahmania) ditemukan tewas pada Minggu (28/12/2025). Ketiganya ditemukan dengan luka tusukan pada bagian leher di lokasi yang berbeda di dalam rumah mereka di Dusun Watuketu.
Jasad istri dan anak ditemukan di dalam kamar, sementara sang suami ditemukan di dalam kamar mandi. Polisi telah mengamankan sebilah pisau dari dalam bak mandi sebagai barang bukti utama untuk diteliti lebih lanjut oleh tim ahli.
Polres Situbondo dengan dukungan Polda Jatim terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti dan motif di balik tragedi tersebut. Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil kajian tim forensik yang sedang bekerja secara intensif.









