Situbondo, bhasafm.co.id- Polres Situbondo kembali melaksanakan kegiatan sosial donor darah dan hapus tato gratis dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Peminatnya luar biasa. Ada 100 anggota dan masyarakat yang mendaftar untuk mendonorkan darahnya, empat orang di antaranya ditolak karena hasil skrining tidak memungkinkan untuk diambil darahnya.
Sementara itu, hapus tato gratis juga membludak. Sayangnya petugas hanya membatasi 50 orang saja.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie mengaku, hapus tato gratis memang sangat diminati, karena jika menghapus tato di luar, biayanya cukup mahal, sehingga banyak yang memilih menghapus tato gratis Polres Situbondo.
Kata Kapolres Bayu, hapus tato gratis ini menjadi agenda rutin Polres Situbondo, yang peminatnya tidak pernah sepi dari tahun ke tahun. Mereka yang akan menghapus tato hampir dari semua kalangan, mulai dari remaja hingga dewasa.
Kegiatan donor darah dan hapus tato gratis ini digelar Sidokkes Polres Situbondo bekerja sama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Bondowoso dan Unit Donor Darah (UDD) Situbondo.
Sebelum mendonorkan darahnya, peserta terlebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin (HB), hingga golongan darah sebelum dilakukan pengambilan darah. Ada empat orang yang tidak bisa mendonorkan darahnya karena kondisi kesehatan seperti hipertensi, hipotensi, HB rendah dan batuk pilek.
Sementara itu, Hadi Kurniawan, salah seorang peserta penghapus tato mengaku senang karena hapus tato gratis kembali dilakukan. Katanya, kegiatan ini sudah ditunggu-tunggunya.
Ia mengatakan menghapus tato butuh biaya yang cukup besar, apalagi jika tatonya banyak dan besar. Oleh karenanya, layanan hapus tato gratis di Polres Situbondo ini terus digelar, agar masyarakat yang ingin menghapus tato terbantu.








