Situbondo, bhasafm.co.id- Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Situbondo, memberikan pembinaan kemandirian kepada ratusan warga binaan, dengan membuat roti. Tak tanggung-tanggung keterampilan membuat roti ini bekerja sama dengan pihak ketiga, agar produksi rotinya maksimal.
Kepala Rutan Kelas IIB Situbondo, Rudi Kristiawan menegaskan, bahwa ia bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memberikan keterampilan membuat roti kepada warga binaannya. Ia ingin, pembinaan kemandirian pembuatan roti ini berjalan maksimal.
Menurut Rudi Kristiawan, roti mempunyai prospek yang bagus, pangsa pasarnya juga bagus. Diharapkan, para narapidana di Rutan Situbondo ini bisa belajar dengan baik, sebab keterampilan membuat roti ini bisa menjadi bekal keterampilan saat bebas nanti.
Ada berbagai jenis roti yang dibuat yakni roti manis dengan berbagai toping. Ada roti manis dengan toping keju, coklat, sosis, dan lainnya. Ada juga roti bolu yang banyak disukai masyarakat.
Berdasarkan pantauan, Rutan Situbondo memiliki berbagai jenis peralatan modern pembuatan kue atau roti, seperti oven listrik atau microwave, rak loyang, proper atau alat pemancing ragi, dan mixer duduk berukuran besar.
Satu roti dijual dengan harga Rp3.000. Untuk saat ini, roti hanya untuk dikonsumsi warga binaan, namun tidak menutup kemungkinan nantinya, roti buatan narapidana ini akan dipasarkan secara luas kepada masyarakat, khususnya Situbondo.









