Situbondo, bhasafm.co.id- Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan, Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Situbondo, akan dibangun pada akhir Oktober 2026 . Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa menjadi salah satu indikator untuk mengentaskan kemiskinan di Situbondo, yang angkanya masih tergolong tinggi, karena masih ada kemiskinan ekstrem.
Selain itu, angka putus sekolah juga cukup tinggi, mencapai 5.828 anak. Rata-rata mereka hanya menuntaskan sekolah dasar. Rilis BPS menyatakan bahwa angka lama sekolah di Situbondo 6,09, artinya, anak-anak di Situbondo putus sekolah saat kelas 1 SMP.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Viskanto Adi Prabowo mengatakan bahwa Situbondo layak memiliki Sekolah Rakyat (SR), yang menjadi salah satu upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, mengingat Situbondo masuk dalam kategori daerah dengan angka kemiskinan ekstrem cukup tinggi.
Menurut Viskanto, Sekolah Rakyat ini akan menjadi tempat belajar bagi mereka yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat miskin ekstrem pada desil satu hingga desil empat, yang angkanya mencapai 70 ribu lebih.
Yang menjadi PR besar saat ini, yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat agar anak-anaknya mau untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, sebab stigma yang beredar bahwa Sekolah Rakyat adalah untuk masyarakat . Apalagi, keinginan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya berbeda-beda. Ada yang disekolahkan di madrasah, pondok pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.
Kata Viskanto, program Sekolah Rakyat di Situbondo menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial. Ia berharap, Sekolah Rakyat di Situbondo segera terealisasi sehingga mampu membantu menekan angka kemiskinan ekstrem.









