Situbondo, bhasafm.co.id- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia telah menetapkan Kabupaten Situbondo sebagai lokasi strategis untuk menjadi pusat kegiatan latihan militer skala internasional.
Direktur Fasilitas dan Jasa Direktorat Jenderal Kekuatan dan Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Dwi Hariyono, menjelaskan bahwa penetapan Situbondo merupakan hasil kajian komprehensif dari berbagai daerah. Mulai bulan ini, Kemenhan akan memulai pembangunan fasilitas militer untuk tiga matra (TNI AD, AL, dan AU), dengan tahap awal difokuskan di Banongan, Kecamatan Asembagus.
Sebagai bentuk kompensasi atas hibah lahan perkebunan Banongan seluas 306 hektare dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Kemenhan akan menyerahkan kembali lahan Perhutani seluas 348 hektare yang berlokasi di area Wisata Bahari Pasir Putih.
Brigjen TNI Dwi Hariyono menjamin bahwa keberadaan pusat latihan militer tiga matra di Banongan ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Situbondo. Ia menekankan bahwa interaksi sosial dan ekonomi akan meningkat karena banyaknya Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang akan berada di sana, secara tidak langsung menciptakan interaksi sosial-ekonomi yang menjanjikan dengan masyarakat sekitar.









