Home / Berita Terbaru / Hari Kedua Program BEN: PPDiS Situbondo Fokuskan Harapan Pihak Terhadap SCN

Hari Kedua Program BEN: PPDiS Situbondo Fokuskan Harapan Pihak Terhadap SCN

Situbondo, bhasafm.co.id- Pelopor Peduli Disabilitas (PPDiS) Situbondo melanjutkan kegiatan hari kedua Pembentukan Sub Cluster Coordination Network (SCN) dalam Program Building Effective Network (BEN) di Hotel Rosali, Rabu (14/1/2026). Sekretaris PPDiS, Rizky Yulinda, menjelaskan bahwa agenda hari kedua ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi permasalahan difabel dan OYPMK yang dilakukan sebelumnya.

Rizky Yulinda memaparkan bahwa pembahasan kini lebih difokuskan pada penguatan SCN, terutama mengenai harapan-harapan para pihak terhadap jaringan koordinasi tersebut. Peserta juga melakukan integrasi strategi penyelesaian masalah ke dalam program kegiatan di masing-masing perangkat daerah dan komunitas.

Menurut Rizky, respon para peserta sangat antusias yang dibuktikan dengan dilakukannya sinkronisasi program kegiatan setiap pihak agar selaras dengan tujuh outcome program BEN. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh rencana strategis yang disusun pada hari pertama dapat terakomodasi dalam kebijakan sektoral.

Ketua PPDiS Situbondo, Luluk, menambahkan bahwa SCN akan bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan pemerintah, organisasi sipil, dan keluarga difabel. Melalui SCN, koordinasi antar-OPD diharapkan tetap terjaga dengan baik untuk memenuhi kebutuhan kelompok sasaran secara berkelanjutan.

Dalam forum ini, PPDiS dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) juga sepakat mendorong pelibatan difabel dalam kepengurusan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Upaya ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan Peraturan Bupati tentang desa inklusif dan menghapus stigma negatif di masyarakat.

Implementasi teknis di lapangan menjadi perhatian utama, di mana SCN akan mengawal setiap kesepakatan lintas sektor yang telah dihasilkan. Dengan peran SCN sebagai penghubung, solusi yang dibuat di dalam ruangan diharapkan tidak hanya menjadi wacana melainkan aksi nyata.

Struktur SCN telah ditetapkan yang terdiri dari Anggota Tetap dari unsur organisasi disabilitas serta Anggota Luar Biasa dari berbagai pemangku kepentingan dalam Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM). Keanggotaan ini melibatkan perwakilan anak, orang tua, komunitas, hingga Forum Anak untuk menjamin keterwakilan yang luas.

PPDiS juga menargetkan perluasan jangkauan program ke seluruh wilayah Jawa Timur dalam rencana strategis lima tahun ke depan. Komitmen ini diperkuat dengan adanya berbagai perjanjian kerja sama yang telah dijalin dengan pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi.

Tag: