Situbondo, bhasafm.co.id- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo mengambil langkah cepat untuk mengintensifkan gerakan pengendalian hama tikus. Upaya ini dilakukan menyusul maraknya serangan gerombolan hama pengerat tersebut yang merusak tanaman milik petani di berbagai wilayah Situbondo dalam beberapa waktu terakhir.
Plt Kepala Dispertangan Kabupaten Situbondo, Ir. Qurrotul Aini, menyatakan bahwa pihaknya kini menggandeng seluruh kelompok tani (poktan) setempat untuk melakukan pembasmian secara massal. Langkah gropyokan atau pembersihan sarang tikus secara terintegrasi ini dinilai menjadi kunci utama agar populasi hama bisa ditekan secara signifikan.
Berdasarkan data yang dihimpun Dispertangan, akumulasi lahan pertanian yang terdampak serangan hama tikus saat ini telah mencapai sekitar 123 hektare. Akibat masifnya serangan tersebut, sejumlah petani padi di beberapa wilayah dilaporkan harus menelan pil pahit karena mengalami gagal panen total atau puso.
Selain tanaman padi, komoditas jagung seluas 13,7 hektare milik warga juga tidak luput dari amukan hama ini. Beruntung, untuk sektor tanaman jagung, belum ada laporan petani yang sampai mengalami puso. Menurut Qurrotul Aini, pola penanganan hama akan jauh lebih efektif jika dieksekusi secara serentak dalam satu hamparan kawasan, ketimbang dilakukan secara mandiri oleh masing-masing petani.
Lebih lanjut, Qurrotul Aini juga mengingatkan para petani mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di area persawahan. Ia mengimbau masyarakat untuk berhenti memburu predator atau musuh alami tikus, seperti musang liar, ular sawah, hingga burung hantu. Keberadaan satwa-satwa pemangsa tersebut sangat krusial dalam membantu mengendalikan populasi tikus di alam secara biologis dan berkelanjutan.









