Situbondo, bhasafm.co.id- Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengawal program strategis nasional di sektor agraria terus dibuktikan di lapangan. Jajaran personel Kodim 0823/Situbondo, Jawa Timur, turun langsung ke area persawahan guna memberikan pendampingan melekat kepada para petani demi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dandim 0823/Situbondo, Letkol Inf Ferry Ardian, menegaskan bahwa seluruh personel karib teritorial yang tersebar di wilayah Situbondo diwajibkan untuk berpartisipasi aktif. Kehadiran tentara di tengah masyarakat tani diproyeksikan untuk membantu mengurai kendala masa panen sekaligus memicu peningkatan volume produksi pangan, khususnya komoditas padi.
Menurut Letkol Inf Ferry Ardian, peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di setiap pelosok desa menjadi ujung tombak yang sangat krusial dalam menyukseskan program ini. Babinsa dituntut tidak hanya sekadar memantau perkembangan situasi desa, melainkan harus andal dan peka dalam memberikan sokongan teknis serta moral kepada para petani lokal.
Aksi nyata pendampingan swasembada pangan tersebut salah satunya digelorakan oleh jajaran Koramil 0823/09 Jangkar. Sebanyak tiga personel berseragam loreng diterjunkan langsung ke hamparan sawah untuk membantu proses pemotongan dan pengumpulan bulir padi di area lahan pertanian Desa Gadingan, Kecamatan Jangkar.
Perwakilan personel Koramil 0823/09 Jangkar, Serka Erwan Hadi, membenarkan bahwa ia bersama rekan sejawatnya sengaja membaur bersama buruh tani di bawah terik matahari. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk nyata dukungan TNI AD dalam mempercepat proses evakuasi hasil bumi agar kualitas gabah yang dipanen tetap terjaga dengan baik.
Selain memberikan bantuan tenaga fisik di pematang sawah, para personel Babinsa tersebut juga memanfaatkan momentum dialogis untuk menyuntikkan motivasi bertani. Komunikasi sosial (komsos) yang hangat ini bertujuan agar para petani tetap bergairah dan konsisten dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian mereka secara berkelanjutan.
Sinergitas yang kuat antara korps militer dan kelompok tani di wilayah Jangkar ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Kehadiran TNI dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus meringankan beban kerja petani tradisional yang seringkali kekurangan tenaga kerja musiman saat puncak panen raya tiba.
Melalui gerakan pendampingan sektor pangan yang masif di berbagai kecamatan ini, Kodim 0823/Situbondo berharap stabilitas stok beras di tingkat regional dapat terus terjaga secara mandiri. Langkah taktis ini menjadi bukti otentik bahwa kemanunggalan TNI bersama rakyat mampu menjadi pilar kokoh dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa.








