Home / Peristiwa / Korban Gempa Banyuputih Masih Menunggu Dana Bantuan Rehabilitasi

Korban Gempa Banyuputih Masih Menunggu Dana Bantuan Rehabilitasi

Situbondo, bhasafm.co.id- Korban gempa bumi di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, masih menunggu dana bantuan dari Pemkab Situbondo, untuk memperbaiki rumah mereka. 19 hari sudah mereka yang rumahnya rusak berat, tinggal di tenda darurat yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Mereka khawatir tinggal di rumahnya, karena bangunannya retak dan sebagian runtuh akibat guncangan gempa yang terjadi pada 25 September 2025, bermagnitudo 4,5 dengan pusat gempa berada di 18 kilometer tenggara laut Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih Situbondo.

Kepala Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Imam Anshari mengatakan, hingga saat ini ada satu kepala keluarga yang bertahan tinggal di tenda darurat karena rumahnya rusak parah. Selebihnya, mereka menumpang di rumah saudara, hingga rumahnya selesai diperbaiki.

Imam Anshari berharap, dana rehabilitasi dari pemerintah daerah segera dicairkan karena puluhan warganya menunggu bantuan tersebut untuk memperbaiki rumahnya. Ada puluhan rumah di Desa Sumberwaru yang terdampak gempa dengan kerusakan bervariasi. Terbanyak ada di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru.

Informasi yang diperoleh Imam Anshari, pada Selasa (14/10/2025) masing-masing korban gempa akan melakukan pembuatan rekening untuk persiapan penerimaan bantuan keuangan yang bersumber dari biaya tak terduga.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Situbondo, Timbul Surdjanto mengaku telah mendistribusikan uang bantuan gempa kepada masing-masing penerima. Pernyataan ini berbeda dengan yang disampaikan oleh Kepala Desa Sumberwaru, Imam Anshari yang menyatakan warganya belum sepeserpun menerima bantuan dana perbaikan rehabilitasi tersebut.

Diinformasikan sebelumnya, BPBD mencatat ada 145 rumah warga yang tersebar di empat desa di Kecamatan Banyuputih yang rusak akibat guncangan gempa. Empat desa di antaranya Desa Sumberwaru, Sumberanyar, Sumberejo, dan Desa Wonorejo. Kerusakan terbanyak dan terparah ada di Desa Sumberwaru.