Situbondo, bhasafm.co.id- Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Tohari (31), penumpang KMP Dharma Kartika yang dilaporkan terjatuh ke laut pada Kamis (26/3) lalu. Penghentian ini dilakukan setelah proses penyisiran selama lima hari berturut-turut tidak membuahkan hasil hingga Senin (30/3/2026).
Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR (Basarnas) Banyuwangi, Novix Heryadi, menjelaskan bahwa tim telah melakukan upaya maksimal dengan memperluas area pencarian hingga ke perairan Banyuwangi dan Selat Bali. Namun, luasnya medan pencarian serta tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban menjadi kendala utama bagi tim gabungan di lapangan.
Meski operasi pencarian fisik dihentikan, Basarnas tetap melakukan pemantauan pasif dan menjalin koordinasi intensif dengan tim SAR di wilayah Bali. Langkah ini diambil guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu ditemukan tanda-tanda keberadaan korban oleh nelayan atau kapal yang melintas di sekitar jalur pelayaran tersebut.
Tohari merupakan warga Dusun Derpa, Desa Karang Nangka, Kecamatan Raas, Sumenep, yang terjatuh saat kapal baru berlayar sejauh 4 mil dari Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas. Penghentian pencarian ini menandai berakhirnya fase operasi aktif yang melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD, TNI AL, Polairud, hingga Basarnas.









