Situbondo, bhasafm.co.id- Pemkab Situbondo menargetkan, 2024 Situbondo sudah lepas dari kebiasaan buang air besar di sungai. Catatan Dinas Kesehatan Situbondo, sudah tercapai 91,98 persen jamban yang terbangun di Situbondo. Tersisa 8,12 persen.
Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, bahwa tahun ini akan ada pembangunan jamban sebanyak 197 unit sehingga diharapkan tahun depan Situbondo 100 persen berstatus open defecition free atau ODF yakni masyarakatnya sudah tidak lagi buang air besar di sungai.
Bupati meminta kepada para kepala desa dan camat yang menjadi sasaran program pembangunan jamban untuk ikut mengontrol ke lokasi, memastikan pembangunan jamban berlangsung dengan baik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, dr. Sandi Hendrayono mengatakan bahwa program pembangunan jamban bertujuan untuk mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak membuang air besar sembarangan.
Kata dr Sandi, 91,98 persen desa yang sudah berstatus ODF di Situbondo atau sebanyak 112 desa. Selebihnya belum memiliki jamban. Tahun ini, pemerintah akan membangun 197 jamban yang diharapkan mampu menuntaskan kebutuhan jamban masyarakat Situbondo. Anggaran dana pembangunan jamban bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau atau DBHCHT.









