Bupati Situbondo Resmikan Bantuan Sumur Bor, Masyarakat Tak Perlu Ambil Air ke Luar Desa

0
34
bhasafm
Bupati Karna Suswandi saat meresmikan sumur bor air bersih di Dusun Pesisir Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Minggu, 28 November 2021 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Bupati Situbondo, Karna Suswandi, meresmikan sumur bor air bersih di Dusun Pesisir, Desa Ketah, Kecamatan Suboh, Minggu kemarin. Bantuan sumur bor ini diperuntukan bagi warga pesisir mengingat air di tempat tak bisa diminum karena asin.

Warga mengaku senang dibantu sumur bor air bersih. Saat ini warga tak akan kesulitan lagi memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Selama ini, mereka harus mengambil air minum ke  Besuki atau ke Desa Buduan yang berjarak sekitar 4 kilo meter.

Salah seorang warga, Sumarto mengaku bahwa bantuan sumur bor itu sudah cukup lama dinanti warga. Selama ini warga kesulitan air bersih karena air di kawasan pesisir desa Ketah tak bisa diminum karena asin.

“Dengan adanya sumur bor ini kami tak perlu cari air ke luar desa pak, ini program yang sangat dinanti warga selama ini,” katanya, Minggu, 28 November 2021.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi mengatakan, bahwa pengadaan air bersih ini sesuai aspirasi warga, karena selama ini mereka harus mencari ke luar desa hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan air minum. Penyediaan sarana dan prasana air bersih ini sebagai bentuk pelayanan pemerintah, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi warga.

BACA JUGA :  Pembangunan Mushalla DPRD Situbondo Habiskan Anggaran Ratusan Juta

“Katanya setetes air itu adalah kehidupan. Saya bersyukur bisa memberikan pelayanan pengadaan bersih ini bagi warga pesisir Desa Ketah. Tolong sumur bor ini dirawat agar bisa dipergunakan masyarakat dan terasa manfaatnya,” pesannya.

Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna itu mengatakan, sesuai laporan Kepala desa Ketah bahwa di Dusun Pesisir memiliki penduduk 500 Kepala Keluarga. Pengeboran air itu baru bisa melayani jaringan air ke rumah warga untuk 149 KK. Bagi warga yang tidak teraliri jaringan air bersih, bisa mengambil air secara manual terlebih dahulu.

“Program ini akan dilanjutkan tahun berikutnya agar bisa menjangkau seluruh kepala keluarga. Ini kapasitas delapan dem untuk 149 jaringan air. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita lanjutkan lagi,” katanya.

Menurut Bung Karna, saat ini memang ada bebarapa wilayah di Situbondo masih kesulitan air bersih. Kalau di kawasan pesisir airnya asin tak bisa diminum. Namun, di daerah pengunungan mengalami kekeringan di musim kemarau. Oleh karena itu, tahun ini Pemkab melakukan pengeboran air bersih di tujuh lokasi, untuk memudahkan pelayanan air bersih kepada warga.

“Kita resmikan satu-satu. Pemerintah hadir menyediakan sarana air bersih ini untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain