dr.Dewi Prisca Ungkapkan Ciri Anak Kecanduangan Game Online

0
45
bhasafm
dr. Dewi Prisca S, saat memberikan keterangan pers (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Dokter spesialis kedokteran jiwa Rumah Sakit Abdoer Rahem Situbondo, dr.Dewi Prisca Sembiring, mengungkapkan ciri anak mulai kecandungan game online, yaitu mulai terlihat gampang marah, lalai mengerjakan tanggung jawabnya di sekolah serta lebih suka menyendiri dibandingkan bersosialisasi dengan teman sebaya.

“Biasanya itu tanda-tanda yang bisa dengan mudah dilihat kalau kita punya anak sudah kecanduan main game online. Secara sosial mereka biasanya lebih banyak menyendiri dibandingkan bersosialisasi dengan teman sebaya,” ujarnya, ditemui usai jadi pemateri sosialisasi bahaya adiktif game online, Selasa, 7 Desember 2021.

Menurut Dewi Prisca, dirinya sudah banyak menangani pasien akibat kecanduan game online. Pada umumnya, anak-anak yang sudah kencaduan game online akan bermasalah dengan sekolahnya. Hal itu sangat berbahaya karena bisa putus sekolah.

Ia meminta para orang tua agar lebih peduli mengawasi anak-anaknya di rumah. Lakukan pembatasan penggunaan Handphone, karena saat anak-anak sudah tidak bisa lepas dengan HP. Selama ini, banyak orang tua baru datang ke psikolog kalau sudah anaknya mengalami gangguan adiktif cukup parah.

“Oh iya, lebih awal diketahui akan lebih bagus karena akan lebih cepat penanganannya. Tapi, selama ini pasien yang saya tangani umumnya sudah datang saat pasien agak parah,” terangnya.

BACA JUGA :  Hati-Hati, Rawan Pohon Tumbang Di Musim Penghujan

Dewi Prisca menambahkan bahwa selain pengawasan orang tua, Dinkes dan Dinas Pendidikan agar memiliki kesamaan program mencegah pengaruh adiktif anak dari game online. Harus ada jejaring yang kuat dan saling berkoordinasi agar penanganan siswa yang kecanduan game online bisa dengan cepat tertangani.

“Harus ada kerja jejaring antar instansi terkait, seperti Dinkes dengan sekolah dan  Dinas Pendidikan. Proteksi lebih awal akan lebih bagus. Kalau sudah parah tak hanya mempengaruhi mentalnya, melainkan kesehatannya. Ada seorang pasien tak bisa melihat karena game online,” ucapnya.

Saat ini game online memang banyak diminati. Apalagi game online juga jadi cabang olahraga yang diperlombakan. Banyak anak-anak ingin jadi atlet E-Sport karena ingin mendapatkan hadiah.

“Kalau untuk berprestasi gak apa-apa, tapi harus tetap dibatasi. Bagi anak yang tak memiliki bakat kecanduan tidak ada masalah, tapi harus tetap berlatih seperlunya,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain