Perahu Karam Saat Melaut, Bapak dan Anak Bertahan di Tengah Gunakan Box Ikan

0
116
bhasafm
Dua nelayan di evakuasi ke rumahnya di Kampung Mandaran Desa Pesiri, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo (Foto oleh Zaini Zain)

Situbondo- Perahu nelayan tenggelam saat memancing ikan, Minggu pagi kemarin. Ironisnya, dua nelayan yang sedang melaut itu adalah bapak dan anak yaitu Mistum Haris, (54), dan anaknya Muhammad Rosidi, (30), warga Kampung Mandaran, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki.

Perahu yang ditumpangi bapak dan anak itu tenggelam karena mengalami kebocoran. Mistum dan Rosidi harus bertahan di tengah laut menggunakan box stryrofoam. Box yang bisa digunakan sebagai tempat ikan itu mereka gunakan agar tetap mengapung.

“Kejadiannya sekitar Minggu sekitar pukul 10.00 WIB. Saya dan bapak berangkat melaut sekitar pukul 2 dini hari,” kata Muhammad Rosidi, Minggu, 29 Mei 2022

Mistum dan anaknya Rosidi berangkat melaut menggunakan perahu pancing sekitar pukul 2 dini hari. Bapak dan anak ini menangkap ikan hingga radius 18 mil dari bibir pantai. Nahas, saat akan menarik pancing ikan perahu yang ditumpanginya bocor kemudian karam.

BACA JUGA :  Pengiriman Logistik Pilkades Dikawal Ketat Aparat Kepolisian

Sekitar satu jam bapak dan anak itu bertahan di tengah laut menggunakan box tempat ikan. Beruntung, ada perahu pancing lain yang sedang menangkap ikan berjarak sekitar 200 meter dari lokasi perahu korban tenggelam.

Menurut Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, setelah satu jam bertahan menggunakan box ikan, salah seorang nelayan yaitu Muhammad Rosidi meminta tolong dengan cara melambaikan pelastik putih agar kelihatan. Kedua nelayan itu kemudian ditolong nelayan lain bernama Agus, warga Desa Demung, Kecamatan Besuki.

“Keduanya di evakuasi ke darat sekitar pukul 11.30. Untuk perahunya sendiri sudah tak bisa diselamatkan lagi. Ditaksir kerugian sekitar Rp. 20 jutaan,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain