Karya Lukis Pelepah Pisang Seniman Situbondo Laku Terjual ke Jerman

0
140
Bhasafm
lUKISAN: Taufik (masker merah) menyerahkan lukisan pelepah pisang kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (foto: Zaini Zain)

Situbondo- Melukis umumnya menggunakan kanvas, namun tidak hal dengan seniman lukis yang satu ini. Taufik Hasan memilih melukis maupun menulis kaligrafi menggunakan pelepah pisang. Bahkan karyanya lukisannya pernah dikirim ke Jerman.

Pria asal Desa Wonokoyo, Kecamatan Kapongan, baru-baru ini melukis Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Taufik menyerahkan lukisan pelepah pisang tersebut saat Khofifah berkunjung ke Situbondo, beberapa waktu lalu.

Menurut Taufik, melukis menggunakan pelepah pisang awalnya hanya coba-coba. Ia mengaku akhirnya beralih dari lukisan kanvas ke pelepah pisang. Selain memiliki nilai estetika tersendiri, bahan bakunya juga tak terlalu sulit.

“Saya tinggal ngambil pelepah pisang yang sudah kering di kebun sendiri lalu saya jadikan bahan baku melukis,” katanya, Jum’at, 13 Bovember 2020.

Taufik mengaku menekuni seni lukis pelepah pisang sejak tiga tahun terakhir ini. Karya-karyanya sudah banyak terjual hingga ke luar Provinsi seperti Jawa Tengah, Bandung dan Bali. Bahkan karya lukisannya pernah dikirim ke Jerman  tahun 2019 silam.

BACA JUGA :  Ratusan Anak Muda Situbondo Ikut Digital Entrepreneurship Academy

“Untuk pengiriman karya lukisan saya ke Jerman melalui teman saya, bukan saya langsung yang mengirim,” ujarnya

Taufik menambahkan, melukis menggunakan pelepah pisang memang memiliki keunikan sekaligus keruwetan tersendiri. Paling sulit kata Taufik melukis tokoh besar yang nama dan wajahnya sudah dikenal masyarakat luas.

Taufik pernah melukis Soekarno dan tokoh-tokoh lain termasuk tokoh di Situbondo. Baru-baru ini Taufik melukis Khofifah Indar Parawansa. Taufik mengaku mengagumi Gubernur Jawa Timur itu sebagai salah satu tokoh perempuan terbaik kader NU.

“Bangga sih karena bisa menyerahkannnya langsung karya sendiri kepada Bu Khofifah,” terangnya.

Selain itu, Taufik mengakui selama pandemi omzet penjualan lukisanya menurun drastis. Meski begitu tak membuatnya patah semangat untuk berkarya.  Untuk pemasaran karyanya, Taufik lebih memanfaatkan media sosial untuk promosi.

“Selama pandemi hanya menerima pesanan dari Situbondo, Pasuruan dan Malang. Ini pesanan kaligrafi dari Malang masih dibuat,” sambungnya.