Home / Kepolisian / Polres Situbondo Gelar Nobar “Tanah Runtuh” di KCM Roxy

Polres Situbondo Gelar Nobar “Tanah Runtuh” di KCM Roxy

Situbondo, bhasafm.co.id- Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, memilih cara yang unik dan menyentuh dalam memperkuat fondasi kebersamaan antarelemen bangsa di tingkat lokal. Polres Situbondo menggelar agenda nonton bareng (nobar) film layar lebar bertajuk “Tanah Runtuh” di Studio Kota Cinema Mall (KCM) Roxy Situbondo, Minggu (5/7/2026).

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menjelaskan bahwa film “Tanah Runtuh” merupakan karya sinematik yang mengangkat kisah kemanusiaan mendalam tentang perjuangan kakak beradik bernama Ringgo dan Kai. Keduanya diceritakan terpisah secara tragis dari ibu kandung mereka akibat pecahnya konflik sosial kemanusiaan di Poso pada tahun 2005 silam.

Di tengah pelarian sinematik mencari sang ibu, kedua tokoh utama tersebut kemudian dipertemukan dengan sosok anggota Polri tangguh yang memegang teguh nilai kemanusiaan universal. Kehadiran figur polisi di tengah pusaran kerusuhan konflik tersebut menjadi pelindung sekaligus oase kedamaian yang mendinginkan suasana mencekam.

AKBP Bayu menegaskan bahwa esensi dari ajakan nobar massal ini adalah untuk memperkokoh tali persatuan nasional demi membentengi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, stabilitas keamanan wilayah tidak akan pernah terwujud secara maksimal jika hanya bersandar pada pundak dan kerja aparat penegak hukum semata.

Polres Situbondo menilai mutlak diperlukan adanya kepedulian kolektif serta keterlibatan aktif dari seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang kelompok. Semangat kebersamaan yang kokoh itulah yang ingin diinjeksikan kembali oleh jajaran Polres Situbondo melalui media edukasi film yang dikemas secara menarik.

Sejumlah ormas dan organisasi kemahasiswaan tampak memadati area bioskop, mulai dari pengurus Bhayangkari, Pemuda Pancasila, Pamter PSHT, FKPPI, hingga Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI). Tak ketinggalan, perwakilan dari Da’i Kamtibmas, Banser, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Senkom, serta Kokam juga turut larut dalam keseruan acara.

Kapolres menambahkan bahwa inisiatif pengumpulan massa dari berbagai latar belakang ini menjadi bagian dari strategi komunikasi humanis kepolisian. Melalui pendekatan seni dan budaya yang cair, sekat-sekat kaku antara aparat dan masyarakat sipil dapat ditiadakan sehingga koordinasi lapangan ke depan menjadi lebih luwes.

Melalui refleksi dari akhir alur cerita film tersebut, diselipkan pesan moral kuat bahwa nilai toleransi dan persatuan harga mati harus selalu dirawat. Kepolisian berharap sejarah kelam konflik horizontal masa lalu tidak akan pernah terulang kembali di bumi Indonesia, khususnya di wilayah hukum Kabupaten Situbondo.