Situbondo, bhasafm.co.id- Kabar duka datang dari tragedi ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Abdur Rahman (15), salah satu korban yang mengalami luka bakar serius, dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (26/2/2026) siang setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD dr. Soebandi, Jember.
Remaja tersebut sebelumnya dirujuk ke Jember karena kondisi kesehatannya yang sangat kritis pasca ledakan yang terjadi pada Rabu (18/2/2026). Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, mengonfirmasi bahwa Abdur Rahman mengalami luka bakar hingga 90 persen di sekujur tubuhnya, yang membuat penanganan medis menjadi sangat kompleks hingga akhirnya nyawanya tidak tertolong.
Dengan meninggalnya Abdur Rahman, total korban jiwa dalam tragedi ledakan di rumah milik Kulsum (60) ini menjadi dua orang. Sebelumnya, satu korban atas nama Supriyadi (50) telah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian saat insiden ledakan pertama kali terjadi. Sementara itu, lima korban lainnya dilaporkan mulai membaik dan telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.
Di sisi lain, Satreskrim Polres Situbondo terus mendalami kasus ini guna mencari titik terang penyebab pasti dan kepemilikan bahan peledak tersebut. Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan menyatakan bahwa penyidik telah meminta keterangan dari 11 orang saksi yang merupakan tetangga di sekitar lokasi kejadian. Namun, lima korban selamat hingga kini belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam masa pemulihan.
Dalam olah TKP, pihak kepolisian telah mengamankan 18 item barang bukti, termasuk selongsong petasan berdiameter 4 cm, sumbu, hingga rekaman CCTV di sekitar lokasi. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat Situbondo akan bahaya besar penggunaan dan pembuatan petasan yang tidak hanya mengancam harta benda, tetapi juga nyawa manusia.









