465 Orang Terserang Demam Berdarah, Empat Pasien Meninggal

0
28
Gambar oleh WikiImages dari Pixabay (Ilustrasi)

Situbondo- Warga terserang penyakit demam berdarah di Situbondo terbilang cukup tinggi. Sejak Januari hingga September 2021 tercatat ada 465 orang menderita Demam Berdarah dan empat orang diantaranya meninggal dunia.

Sebagian besar pasien demam berdarah adalah  anak-anak. Pasien demam berdarah tertinggi di bulan Januari dan Februari yaitu 111 dan 197 pasien. Dinas Kesehatan Situbondo terus melakukan sosialiasi pencegahan agar masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo, Heryawan, mengatakan bahwa  pasien demam berdarah tersebar di 17 Kecamatan. Karena sebagian besar pasien DBD anak-anak, Heryawan meminta pihak sekolah tidak menggunakan bak mandi permanen.

BACA JUGA :  Peduli Korban Erupsi Gunung Semeru, Pelajar Pecinta Alam SMAN 1 Suboh Galang Dana

“Sebaiknya di sekolah menggunakan bak mandi plastik untuk mencegah berkembang biaknya jentik nyamuk,” ujarnya.

Menurut Heryawan, Dinkes telah melakukan pencegahan menyebarnya demam berdarah melalui sosialisasi 3M. Selain itu, Dinkes juga memberikan abate untuk membunuh jentik nyamuk.

“Kami telah melakukan fogging di sejumlah lokasi serta menggalakan “Gesit Batik” atau Gerakan Situbondo Bebas Jentik melalui puskesmas,” terangnya.

Reporter: Zaini Zain