Berkunjung ke Ponpes Sukorejo, Sandiaga Uno Meletakan Batu Pertama RS Ny. Zubaidah dan Luncurkan Santri Digitalpreneur

0
37
bhasafm
Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno sbersama KHR. Ahmad Azaim Ibtahimy, Jumat, 17 Sepetember 2021 (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Pembanguan Rumah Sakit Ny. Zubaidah di Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, sepertinya menjadi daya tarik tersendiri bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga Uno yang ikut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Ny. Zubaidah, Jumat 17 September kemarin, mengaku optimis bahwa pondok pesantren Sukorejo akan memiliki wisata berbasis medis.

Menurut Sandi, wisata berbasis medis akan melengkapi wisata religi yang sudah ada. Dengan begitu, ponpes sukorejo memiliki wisata religi, sejarah, edukasi dan ditambah lagi wisata berbasis medis.

“Pondok pesantren Sukorejo sudah memiliki wisata religi. Tadi saya berziarah bersama pengasuh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy. InsyaAllah sebentar lagi akan memiliki wisata berbasis medis dengan berdirinya RS Nyai Zubaidah,” kata Sandiaga Uno.

Pembangunan rumah sakit Ny. Zubaidah diperkirakan menghabiskan dana sekitar 30 miliar. Rumah sakit tipe D itu  akan dibangun diatas lahan seluas 3 hektare dengan kapasitas 50 tempat tidur dan poli rawat jalan.

BACA JUGA :  Wakil Gubernur Jatim dan Bupati Situbondo Menghadiri Acara Bincang Santai di Kantor PCNU Situbondo

Selain ikut melakukan peletakan batu pertama rumah sakit Ny. Zubaidah, Sandiaga Uno juga meluncurkan program santri digitalpreneur Indonesia di Pondok Pesantren Sukorejo. Para santri diharapkan menumbuhkan kemampuan agar lebih kreatif, inovatif dan adaptif mengikuti perkembangan zaman.

Sandiaga Uno mengaku, bahwa sejarah telah mencatat bahwa semangat juang kaum santri terdahulu harus terus dikobarkan. Para tokoh ulama dan santri berada di garda depan merebut kemerdekaan.

“Transformasi digital salah satu cara kita memaknai pembangunan mengisi kemerdekaan. Di era digital berdakwah tidak hanya bisa dilakukan secara konvensional, melainkan bisa dilakukan melalui konten digital,” ujarnya.

Reporter: Zaini Zain