Situbondo, bhasafm.co.id- Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan gerimis yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memicu terjadinya bencana. Sebuah bangunan dapur permanen milik seorang lansia bernama Mariani (61), warga Kampung Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, dilaporkan roboh hingga mengalami rusak berat pada Sabtu (13/6/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden ambruknya dapur warga ini terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, akibat hantaman angin kencang yang terjadi secara mendadak di kawasan pemukiman setempat.
Kronologi kejadian bermula saat pemilik rumah, Mariani, sedang beristirahat siang di ruang bagian depan. Tiba-tiba, korban dikejutkan oleh suara dentuman keras yang berasal dari area belakang rumahnya. Begitu bergegas memeriksa sumber suara, ia mendapati seluruh struktur atap dapur miliknya sudah ambruk total dan tembok permanennya hancur ambrol ke tanah. Pascakejadian, korban langsung melaporkan musibah tersebut kepada ketua RT dan kepala dusun setempat untuk diteruskan ke pihak desa dan BPBD.
BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa alam ini karena posisi korban berada jauh dari material yang runtuh. Meski demikian, ruangan dapur tersebut kini rusak berat dan sama sekali tidak bisa digunakan kembali untuk aktivitas memasak. Selain merusak struktur bangunan, sejumlah perabotan rumah tangga di dalamnya ikut hancur dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp25 juta. Atas kejadian ini, Timbul Surjanto mengimbau masyarakat Situbondo, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir atau area padat pepohonan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.








