Home / Berita Terbaru / POTENSI DAN INOVASI PATCH GENERASI BARU BUNGA PINANG SUMBERJAMBE SEBAGAI TERAPI KANKER SERVIKS SECARA IN SILICO DAN IN VIVO

POTENSI DAN INOVASI PATCH GENERASI BARU BUNGA PINANG SUMBERJAMBE SEBAGAI TERAPI KANKER SERVIKS SECARA IN SILICO DAN IN VIVO

Jember- Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas dr. Soebandi kembali menghadirkan inovasi di bidang kesehatan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE). Tim peneliti mengembangkan Patch New Generation (PNG) berbahan ekstrak bunga pinang Sumberjambe yang berpotensi sebagai terapi pendukung kanker serviks melalui pendekatan penelitian in silico dan in vivo.

Penelitian ini dipimpin oleh Dicro Zamiya bersama anggota tim Ira Atul Munawaroh, Nadifatul Nurunia, Nanda Fitri Rahmatillah, dan Almira Tahira Rahma dengan bimbingan Mohammad Rofik Usman, M.Si. Inovasi yang dikembangkan berupa patch hidrogel modern yang dirancang untuk memberikan kenyamanan penggunaan sekaligus membantu penghantaran senyawa aktif secara lebih efektif.

Menurut tim peneliti, kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memerlukan perhatian serius. Pengobatan yang umum digunakan, seperti kemoterapi, sering kali menimbulkan berbagai efek samping sehingga diperlukan pengembangan alternatif berbasis bahan alam yang lebih aman dan mudah digunakan oleh masyarakat.

 

Tahukah Anda?

Bunga pinang berasal dari tanaman pinang (Areca catechu L.) yang banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Selama ini pemanfaatan bunga pinang masih relatif terbatas, padahal bagian tanaman tersebut mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan polifenol yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan serta potensi antikanker.

Pada penelitian ini, bunga pinang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% melalui metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh kemudian dianalisis secara in silico menggunakan teknik molecular docking terhadap reseptor TYMS (PDB ID: 1HVY) untuk memprediksi interaksi senyawa aktif dengan target yang berperan dalam perkembangan kanker serviks.

Keunikan penelitian ini terletak pada formulasi Patch New Generation (PNG) yang berbasis hidrogel dan diaplikasikan pada lapisan penyerap pantyliner. Sistem penghantaran ini memungkinkan pelepasan zat aktif secara bertahap sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas terapi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna.

Tidak hanya itu, PNG juga dilengkapi indikator pH alami berupa benang indikator yang mampu menunjukkan perubahan warna sesuai kondisi pH vagina. Fitur ini memberikan nilai tambah karena dapat membantu pengguna memantau kondisi kesehatannya secara mandiri dan lebih praktis.

Dalam proses pembuatannya, patch diformulasikan menggunakan kombinasi bahan seperti PVA, HPMC, PEG 400, dan DMSO yang berperan dalam membentuk struktur hidrogel, meningkatkan fleksibilitas sediaan, serta membantu penetrasi dan pelepasan senyawa aktif. Berbagai pengujian dilakukan untuk memastikan kualitas produk, meliputi uji organoleptik, ketahanan lipat, pH, trayek pH, hingga uji pelepasan zat aktif menggunakan metode Franz Diffusion Cell.

Untuk mengetahui potensi aktivitas biologisnya, ekstrak bunga pinang juga diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan larva Artemia salina sebagai organisme uji. Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toksisitas ekstrak sebagai langkah awal dalam pengembangan kandidat terapi antikanker.

Melalui penelitian ini, tim berharap pemanfaatan bunga pinang lokal dapat memberikan nilai tambah bagi sumber daya alam daerah sekaligus membuka peluang pengembangan produk kesehatan inovatif berbasis bahan alam Indonesia. Ke depannya, Patch New Generation (PNG) diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif terapi pendukung kanker serviks yang lebih praktis, inovatif, dan bernilai ekonomi tinggi.

Tag: