Dua Perusda Kian Terpuruk, Pasir Putih Hanya Mampu Setor PAD 15 Juta APBD 2019

0
846
BhasaFM
Anggota DPRD Jawa Timur, Zeiniye

Situbondo– Badan Anggaran DPRD Situbondo, menyoroti kinerja Perusahaan Daerah (Perusda), karena dinilai kian terpuruk beberapa tahun terakhir ini. Bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menemukan dugaan adanya kebocoran penerimaan retrebusi di Perusda Pasir Putih.

Selain Perusda pasir putih, Perusda Banongan juga masih terseok-seok. Hingga tiga tahun berjalan di bawah kepemimpinan direksi baru, Perusda Banongan belum memberikan kontribusi apapun, karena masih terjerat beban utang pajak.

Padahal Bupati Dadang Wigiarto pernah berjanji, akan memberhentikan Direktur Perusda Banongan, jika tak mengalami perubahan. Janji tersebut juga tertuang dalam penandatangan pakta integritas.

Menurut Wakil Ketua DPRD, Zeiniye, Badan Anggaran DPRD mengevaluasi dan menyoroti kinerja dua Perusda tersebut, saat melakukan pembahasan LKPJ APBD 2018 bersama tim anggaran Pemkab, Senin kemarin.

Zeiniye mengaku, target PAD Perusda Pasir Putih tak memenuhi target selama 2018. Semula PAD ditarget 158 juta, namun hanya mampu menyetor 104 juta. Ironisnya kata Zeiniye, untuk APBD tahun 2019 Perusda Pasir Putih hanya mampu menyetor PAD sebesar 15 Juta.

BACA JUGA :  Buruh Tani Tembakau dan Buruh Pabrik Rokok Akan Terima Bantuan Rp 900 Ribu

Zeiniye menambahkan, pengelolaan keuangan retrsebusi parkir dan perhotelan di Perusda Pasir Putih masuk temuan BPK. Berdasarkan hasil hasil audit BPK, penerimaan retrebusi parkir di pasir putih 2018 sebesar 228 juta. Perusda wajib menyetor 45 juta atau 20 persen dari penerimaan ke kas daerah.

Selain itu kata Zeiniye, BPK juga menemukan adanya selisih pajak hotel yang di kelola Perusda Pasir Putih. Seharusnya di bayar 145 juta, namun hanya dibayar 92, 3 juta. Dengan begitu masih ada selilisih 52 juta.

Lebih jauh Zeiniye menegaskan, lebih parah lagi Perusda Banongan. Selama 2018 Pemkab menargetkan PAD Perusda Banongan sebesar 35 juta. Namun karena terlilit beban utang pajak belum bisa menyetor PAD. Oleh karena itu, Zeiniye meminta Bupati segera mengevaluasi secara menyeluruh managemen dua Perusda tersebut.