Kerispatih salah satu grup band papan atas Indonesia yang terus mengibarkan semangat bermusiknya, setelah sebelumnya pernah menyatakan vakum sementara karena merebaknya wabah Covid-19 ( 2020 -2021) dan sebelumnya pada tahun 2018 salah satu personilnya yaitu Andika Putrasahadewa (Basis) meninggal dunia, dan tahun 2016 Badai (Keyboardis) menyatakan tidak lagi bergabung di Kerispatih.

Tapi, ketiga personil Kerispatih yang masih solid yaitu Arief (Gitar) Anton (Drum) dan Fandy (vokal yang menggantikan Sammy Simorangkir) rupanya telah menyiapkan amunisi dan tampilan berbeda dari sebelumnya buat Kerispatih, karena tak berapa lama setelah itu Kerispatih berhasil mempersembahkan sebuah lagu berjudul “Pernah Terluka” (2022) ciptaan Arief Morada.
Karya Kerispatih lewat single “Pernah Terluka” di Mei 2022 bersama NAGASWARA sebagai payung label musiknya, adalah sebuah persembahan spesial buat para fans dan pecinta musik Indonesia di manapun berada bahwa #KerispatihMasihAda. Lagu itu juga sekaligus melanjutkan kembali eksistensi dan kesuksesan Kerispatih.
Kerispatih, kini bukan hanya sibuk tampil off air dari panggung ke panggung, tapi kejutan baru buat para penggemarnya telah disiapkan. Maka pada November 2023 ini Kerispatih kembali mempersembahkan sebuah single baru bertajuk “Pesan Rindu” ciptaan Areif Morada & Fandy Santoso.
Lagu ”Pesan Rindu” berlirik cerita tentang seseorang yang sangat rindu dengan pasangannya yang sudah pergi meninggalkannya karena dipanggil oleh Sang Pencipta (meninggal dunia). Seseorang ini berandai-andai jika waktu dapat berputar kembali dia ingin sekali menyempurnakan cintanya yang dulu dia rasa sangat kurang sempurna.
Lagu ini liriknya juga mengingatkan kepada kita semua bahwa hargai dan cintai sepenuh jiwa raga orang- orang yang ada disamping kita selama mereka masih hidup karena kita kan merasa menyesal jika selama hidup kita kurang maksimal memberikan yang terbaik terhadap mereka yang dekat disamping kita semasa hidupnya.
Menurut Arief bahwa pemilihan lagu terbaru Kerispatih ini “Pesan Rindu” sudah berdasarkan hasil diskusi dengan CEO NAGASWARA, Bapak Rahayu Kertawiguna dan tim.
“Ya betul, menurut Pak Rahayu dan tim dari single sebelumnya yang melow maka kali ini di single terbaru ini lebih ke medium beat, akan tetapi lirik dan melodinya melow. “ungkap Arief.
Selanjutnya ditambahkan Arief dan Fandy dan Anton bahwa lagu Kerispatih yang terbaru ini terisnpirasi dari mendiang almarhum Andika. Mereka bertiga sangat merindukan dan sangat merasa kehilangan sosok almarhum.
“ Rasa rindu dan rasa kehilangan yang teramat dalam atas kepergian almarhum menginspirasi saya dan Fandy untuk membuatkan lagu ini. Lagu ini sebagai penghormatan kami buat almarhum dan sebagai penghormatan atas semangat juangnya untuk band Kerispatih, serta menyerahkan estafet band ini agar tetap berjalan terus pantang mundur. “tambah Arief dan Fandy yang diamini Anton.
Salah satu yang berbeda di single terbaru ini jelas terdengar bahwa karakter vokal Fandy makin matang dan berciri khas, dengan paduan aransemen musik yang easy listening namun tetap berkualitas rasa Kerispatih.
Dari sisi penampilan dan image kostum para personil Kerispatih tampil disaat manggung dengan ciri khasnya yaitu casual formal namun mereka juga akan tampil dengan kostum yang disesuaikan dengan acaranya. Bahkan, di konsep video klip terbaru ini Kerispatih tampil dengan menggunakan 2 kostum yaitu dengan menggunakan jas dan casual.
Video klip “Pesan Rindu” di sutradarai oleh Sebastian dari PH. Angankara dengan mengambil lokasi syuting yang berbeda tempat, telah rampung digarap.
“ Oh ya untuk konsep video klip pasti menceritakan soal lagunya. Tentang cewek yang punya kekasih dan perjalanan cinta mereka tentunya. Tapi sebenarnya pasangan ini yang satu telah tiada (meninggal dunia). Kemudian untuk lokasinya juga kita sampai 5 kali berpindah tempat, dari mulai indoor kemudian ke outdoor. Mulai dari Pantai Pasir Putih PIK 2,Pantai Mutiara Pluit, Kemang Studio Persari dan terakhir di Bintaro, pokoknya seru deh, “ucap Fandy.
“Harapannya semoga lagu-lagu Kerispatih selalu di terima dan melekat di hati para pendengar musik Indonesia dan juga mengobati kekangenan “Mahapati” atas karya-karya Kerispatih, “tutup Arief.









