Kisah Rahmo, Puluhan Tahun Naik Sepeda Pedal Jual Kerajinan Anyaman Bambu

0
55
bhasafm
Rahmo, seorang pedagang kerajinan anyaman bambu yang puluhan tahun berjualan naik sepeda pedal (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Tekun, penyabar dan penyayang keluarga. Kesan itulah yang tergambar dari sosok Rahmo, seorang pedagang kerajinan anyaman bambu. Selama puluhan tahun, pria berusia 60 tahun itu menjadi pedagang kerajinan bambu naik sepeda pedal.

Rahmo bukan warga asli Situbondo, melainkan warga Kecamatan Cermee Bondowoso. Kakek tiga orang cucu itu setiap hari berkeling menjajakan dagangannya menggunakan sepeda pedal.

Rahmo sendiri sudah lupa sejak tahun berapa dirinya menjadi pedagang kerajinan anyaman bambu, namun saat pertama kali berjualan dirinya masih naik dokar dari Bondowoso ke Situbondo.

“Mungkin sekitar 50 tahunan. Dulu saya masih naik dokar karena masih jarang angkutan umum seperti sekarang,” katanya ditemui saat menjajakan dagangnya, Rabu, 28 April 2021

Menurut Rahmo, dirinya memilih menjajakan dagangannya menggunakan sepeda pedal untuk menghemat pengeluaran, mengingat penghasilannya berjualan tak seberapa. Rahmo setiap malam juga menginap di pasar Senggol menunggu barang dagangannya habis.

BACA JUGA :  Kodam V/Brawijaya Pantau Penerapan PPKM di Situbondo

“Kadang dua hari baru pulang ke rumah. Kalau tidak naik sepeda pedal hasilnya jualan bisa-bisa hanya habis beli bensin. Saya baru pulang kalau sudah ada uang,” terangnya.

Meski penghasilannya tak seberapa, Rahmo mengaku tetap menekuni profesinya itu. Rahmo tidak membuat kerajinan ayaman bambu sendiri, melainkan membelinya dari seorang pengrajin dan menjualnya kembali. Beberapa kerajinan yang dijual seperti tempat sampah dan perabotan dapur yang semuanya terbuat dari anyaman bambu.

“Kalau penghasilan saya ditanya cukup atau tidak, ya harus cukup. Gimana lagi pekerjaannya cuma jualan ini,” katanya bapak tiga orang anak itu.

Reporter: Zaini Zain