Santri Tahfidz dan Menguasai Bahasa Asing Berpeluang Dapat Beasiswa ke Al-Azhar Kairo

0
140
bhasafm
Pengasuh Ponpes Salafiyah-Syafi'iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ihimy memberikan cindera mata kepada Dubes Mesir Ashrof Sulton (Foto: Zaini Zain)

Situbondo- Duta Besar (Dubes)  Mesir untuk Indonesia, Ashrof Sulton berkunjung ke Pondok Pesantren  Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, Jum’at kemarin. Kunjungan wakil Negara Mesir itu sekaligus menandatangani hubungan bilateral bidang pendidikan.

Pengasuh pondok pesantren Salafiyah-Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, mengatakan, selain menandatangani beasiswa ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Ashrof juga menginginkan ada kerjasama berbagai kegiatan internasional di pesantren Sukorejo, seperti kajian dan seminar.

“Jadi beliau (Dubes Mesir) menawarkan memperbanyak kegiatan seminar internasional di pesantren Sukorejo. Beliau juga berjanji akan kembali datang ke Sukorejo,” terangnya.

Menurut Kiai Azaim, kerjasama pesantren Sukorejo dengan Al-Azhar sebenarnya sudah dilakukan dua tahun lalu, bersama mantan Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Ibrahim Sholah Sayyid Sulaiman Al Hud Hud. Bahkan beberapa persyaratan administrasi sebagian sudah dikirim ke Al-Azhar.

Kiai Azaim mengaku tidak dijelaskan secara rinci berapa jatah beasiswa untuk pesantren Sukorejo, namun santri tahfidz atau yang hafal sebagian Al-Qur’an serta menguasai bahas Arab dan Inggris berpeluang dapat beasiswa.  Selain itu, dua tahun lalu sebenarnya ada dosen Universitas Al-Azhar akan dikirim ke pondok pesantren Sukorejo, namun batal karena pandemi Covid-19.

BACA JUGA :  305 Jamaah Haji Sudah Tiba di Situbondo, Satu Jamaah Meninggal di Jeddah

“Tadi sudah disampaikan dalam sambutan Dubes bahwa selama pandemi Covid-19 pemerintah Mesir menghentikan kegiatan  warganya di luar negeri”.

Kiai Azaim menilai, kerjasama beasiswa Mesir dengan pesantren di lingkungan Nahldatul Ulama, merupakan kesempatan dan peluang bagi dunia pesantren untuk memperluas jaringan keilmuan. Universitas Al-Azhar merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Timur Tengah. Tak heran kalau banyak mahasiswa muslim  memilih kuliah di Al-Azhar.

“Dubes berkunjung kesini mewakili Negaranya didampingi staf kebudayaan di kedutaan. Sejauh ini hubungan diplomasi Indonesia-Mesir cukup baik, bahkan Mesir salah satu Negara pertama mengakui kemerdekaaan Indonesia,” tuturnya

Reporter: Zain Zain