Situbondo, bhasafm.co.id- Sektor pertanian di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menorehkan capaian yang sangat positif sepanjang semester pertama tahun ini. Berdasarkan data resmi, volume produksi padi di daerah setempat sukses mengalami lonjakan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo, Qurrotul Aini, membeberkan bahwa angka produksi padi periode Januari hingga Juni 2026 berhasil menyentuh 225.736 ton Gabah Kering Giling (GKG). Hasil panen yang melimpah ini didapatkan dari total luasan lahan pertanian yang dipanen mencapai 40.433 hektare (ha).
Grafik performa sektor pangan ini tercatat mengalami kenaikan yang cukup tebal. Sebagai perbandingan, pada rentang waktu semester satu di tahun 2025 yang lalu, total produksi padi di Situbondo hanya berada di angka 211.579 ton GKG dengan luasan lahan panen sebesar 37.682 hektare.
Capaian manis ini memicu optimisme tinggi di internal Dispertangan bahwa akumulasi produksi padi hingga akhir tahun nanti bakal melampaui target tahunan yang dipatok di angka 321.000 ton. Qurrotul Aini menegaskan tren positif ini tidak lepas dari konsistensi program pendampingan intensif yang diberikan petugas penyuluh lapangan kepada para petani.
Selain penguatan dari sisi sumber daya manusia, lonjakan hasil panen ini juga disokong kuat oleh implementasi inovasi teknologi tepat guna di sektor hulu. Salah satu faktor penentu keberhasilan ini adalah pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) yang diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan sisa limbah rumah tangga atau limbah dapur.
Penggunaan pupuk organik cair tersebut terbukti secara ilmiah mampu memulihkan kesuburan tanah dan mendongkrak tonase hasil panen secara signifikan. Pola pemupukan berbasis ramah lingkungan ini terus dikampanyekan secara masif agar struktur tanah persawahan di Situbondo tetap terjaga kualitasnya dalam jangka panjang.
Tidak hanya mandiri secara pupuk, modernisasi pertanian di Situbondo juga semakin nyata dengan adanya fasilitasi teknologi modern dari pemerintah daerah. Dispertangan kini mulai menerjunkan fasilitas armada drone pertanian guna membantu proses pemupukan tanaman pangan secara presisi, efisien, dan cepat.
Seluruh kombinasi antara komitmen petani, inovasi pupuk alternatif, dan sentuhan teknologi digital ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah. Melalui tren positif ini, Kabupaten Situbondo optimis dapat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Provinsi Jawa Timur.









